PERBEDAAN PENANGANAN EKSPOR KAYU OLAHAN ANTARA KETENTUAN PERMENDAG NOMOR 89/M-DAG/PER/10/2015 DENGAN PERMENDAG NOMOR 84/M-DAG/PER/12/2016 (STUDI DI PURINDO LOGISTIC)

KRISNAWATI, DEVI (2017) PERBEDAAN PENANGANAN EKSPOR KAYU OLAHAN ANTARA KETENTUAN PERMENDAG NOMOR 89/M-DAG/PER/10/2015 DENGAN PERMENDAG NOMOR 84/M-DAG/PER/12/2016 (STUDI DI PURINDO LOGISTIC). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (789Kb)

    Abstract

    ABSTRAK PERBEDAAN PENANGANAN EKSPOR KAYU OLAHAN ANTARA KETENTUAN PERMENDAG NOMOR 89/M-DAG/PER/10/2015 DENGAN PERMENDAG NOMOR 84/M-DAG/PER/12/2016 (STUDI DI PURINDO LOGISTIC) Devi Krisnawati F3114070 Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penanganan ekspor kayu olahan antara ketentuan Permendag Nomor 89/M-DAG/PER/10/2015 dengan Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/12/2016 di Purindo Logistic. Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/12/2016 berisi tentang ketentuan ekspor produk industri kehutanan. Terbitnya permendag tersebut membuat persyaratan ekspor untuk produk industri kehutanan semakin diperketat dengan harus menyiapkan beberapa dokumen untuk meningkatkan mutu produknya. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian diskriptif. Data primer penulis dapatkan dengan cara wawancara langsung dengan manager dan staff di Purindo Logistic, sedangkan data sekunder penulis dapatkan dari studi pustaka beberapa buku yang berhubungan dengan tema. Hasil dari tugas akhir yang didapat bahwa terdapat perbedaan penanganan ekspor kayu olahan antara ketentuan Permendag Nomor 89/M-DAG/PER/10/2015 dengan Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/12/2016 di Purindo Logisic yaitu pada penggunaan dokumen V-Legal dan Laporan Surveyor. Sebelum adanya permendag tersebut dokumen yang digunakan untuk ekspor kayu olahan hanya dokumen ekspor biasa. Sedangkan sesudah adanya permendag tersebut dokumen V-Legal dan Laporan Surveyor wajib di sertakan. Dapat disimpulkan bahwa perbedaan penanganan ekspor kayu olahan antara ketentuan Permendag Nomor 89/M-DAG/PER/10/2015 dengan Permendag Nomor 84/M-DAG/PER/12/2016 di Purindo Logistic yaitu terdapat pada kewajiban penggunaan dokumen V-Legal dan Laporan Surveyor. Saran yang dapat diajukan oleh penulis agar penanganan ekspor kayu olahan dapat terlaksana dengan baik yakni, membuat Standard Operating Procedur (SOP) dan meningkatkan kerjasama serta melakukan koordinasi terkait informasi perkembangan kelancaran dalam kegiatan penanganan ekspor kayu olahan. Kata kunci : Ekspor, Penanganan ekspor, V-Legal

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > D3 - Manajemen Perdagangan
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 29 Nov 2017 23:21
    Last Modified: 29 Nov 2017 23:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36640

    Actions (login required)

    View Item