Hubungan Intravesical Prostatic Protrusion dan Post-Void Residual Urine dengan Lower Urinary Tract Symptoms pada Pasien Klinis Benign Prostatic Hyperplasia tanpa Retensi

Andaru, Muhammad Eko (2017) Hubungan Intravesical Prostatic Protrusion dan Post-Void Residual Urine dengan Lower Urinary Tract Symptoms pada Pasien Klinis Benign Prostatic Hyperplasia tanpa Retensi. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (85Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Latar Belakang : Benign prostatic hyperplasia (BPH) merupakan salah satu tumor jinak yang sering ditemukan pada pria usia lebih dari 50 tahun yang dapat menyebabkan lower urinary tract symptoms (LUTS). LUTS merupakan kumpulan gejala dari bladder outlet obstruction (BOO). Konfigurasi anatomi prostat berupa intravesical prostatic protrusion (IPP) telah terbukti memiliki korelasi yang baik untuk menyebabkan BOO. Peningkatan signifikan volume post-void residual urine (PVR) adalah manifestasi klinis yang sering terdapat pada pasien dengan BPH. Saat ini di RSDM, LUTS masih menjadi standar dalam menentukan tatalaksana BPH. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian hubungan IPP dan PVR dengan LUTS pada pasien klinis BPH tanpa retensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien klinis BPH tanpa retensi yang datang ke poliklinik selama periode penelitian, kemudian dilakukan pemeriksaan transabdominal ultrasonography (TAUS) untuk mengukur IPP dan volume PVR serta menilai skor IPSS untuk menilai derajat LUTS. Analisis data hubungan antara IPP dan PVR terhadap LUTS dilakukan dengan uji statistik parametrik regresi linier menggunakan program SPSS 18 (α < 0,05). Hasil : Penelitian dilakukan pada 13 pasien klinis BPH tanpa retensi, pada analisis bivariat dari hasil uji statistik antara IPP dengan LUTS didapatkan nilai r= 0,911 dan nilai p =0,000 (p<0,05), sedangkan PVR dengan LUTS didapatkan nilai r= 0,922 dan nilai p =0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara IPP dengan LUTS serta PVR dengan LUTS. Pada analisis multivariat, nilai koefisien regresi IPP, p=0,017 (p<0,05), sedangkan nilai koefisien regresi PVR, p =0,953 (p>0,05), Sehingga IPP lebih baik untuk memprediksi beratnya LUTS dibandingkan dengan PVR. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan positif antara IPP dan PVR dengan LUTS pada pasien klinis BPH tanpa retensi. IPP lebih baik untuk memprediksi beratnya LUTS dibandingkan dengan PVR. Kata Kunci : benign prostatic hyperplasia, intravesical prostatic protrusion, post-void residual urine, lower urinary tract symptoms, bladder outlet obstruction.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Annisa Fitri T
    Date Deposited: 27 Nov 2017 11:38
    Last Modified: 27 Nov 2017 11:38
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36588

    Actions (login required)

    View Item