Pembuatan Edible Film Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dari Pantai Selatan Jawa Sebagai Pengemas Bumbu Mie

SARJANI, VIVIN S Y (2017) Pembuatan Edible Film Berbasis Rumput Laut Ulva lactuca dari Pantai Selatan Jawa Sebagai Pengemas Bumbu Mie. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (239Kb)

    Abstract

    Pengemas plastik dapat mencemari bahan pangan yang dikemas karena adanya zat-zat tertentu yang berpotensi karsinogen yang dapat berpindah ke dalam bahan pangan yang dikemas. Plastik pengemas bumbu mie instan adalah contoh pengemas plastik yang berpotensi karsinogen. Salah satu alternatif yang bisa dipilih yaitu membuat pengemas yang ramah lingkungan sekaligus dapat dimakan seperti edible film berbasis polimer alam. Edible film yang dibuat dalam tugas akhir ini berbahan baku rumput laut Ulva lactuca dan kitosan dari limbah kulit udang. Kedua bahan ini terdapat melimpah di Indonesia. Ulva lactuca dipilih karena memiliki kandungan polisakarida yang mudah dicerna dan antioksidan yang tinggi sedangkan kitosan bersifat antimikroba. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menciptakan inovasi edible film sebagai pengemas bumbu mie instan. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh rasio berat tepung Ulva lactuca dan kitosan terhadap karakteristik edible film. Padatan total dalam edible film ini meliputi tepung ulva lactuca, tepung kitosan, dan pati jagung. Pembuatan tepung rumput laut dilakukan dengan cara mengeringkan rumput laut kemudian menghancurkannya hingga berbentuk tepung yang lolos ayakan berukuran 80 mesh. Larutan edible film dibuat dengan cara melarutkan tepung Ulva lactuca (3 gram/6 gram total padatan; 2 gram/6 gram total padatan; dan 1 gram/6 gram total padatan) tepung kitosan (1 gram/6 gram total padatan; 2 gram/6 gram total padatan; 3 gram/6 gram total padatan), dan 2 gram/6 gram total padatan pati jagung dalam 100 ml/6 gram total padatan larutan asam asetat 1% pada suhu 80°C selama 30 menit. Gliserol sebanyak 1 ml/6 gram total padatan ditambahkan sebagai pemplastis dan diaduk selama 1 jam agar larutan homogen. Larutan edible film tadi dituangkan di atas cetakan anti lengket. Kemudian edible film dikeringkan di dalam oven selama 17 jam pada suhu 60° C. Edible film yang sudah kering diambil dari cetakan. Pengujian kualitas edible film meliputi uji efektivitas daya hambat terhadap bakteri E.coli dengan metode difusi, uji ketebalan, kandungan air, kelembaban dan juga kelarutan. Berdasarkan hasil pengujian kualitas edible film, hasil terbaik didapatkan dengan komposisi tepung Ulva lactuca sebesar 2 gram/6 gram total padatan, kitosan sebesar 2 gram/6 gram total padatan, pati jagung sebesar 2 gram/6 gram total padatan, gliserol sebanyak 1 ml/6 gram total padatan dan 100 ml/6 gram total padatan larutan asam asetat 1%, dengan ketebalan 0,00196 mm, kadar air 0,024 %, indeks hidrasi sebesar 0,107, diameter zona hambat bakteri sebesar 5,284 mm dan waktu untuk melarutkan bumbu dalam edible film di dalam rebusan mie sekitar 1 menit. Hasil uji yang didapatkan menunjukkan bahwa edible film ini berpotensi untuk digunakan sebagai pengemas bumbu mie instan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Annisa Fitri T
    Date Deposited: 26 Nov 2017 21:25
    Last Modified: 26 Nov 2017 21:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36525

    Actions (login required)

    View Item