Pembuatan Hidroksiapatit dari Cangkang Telur Ayam dengan Metode Sol-Gel

P, MOHAMMAD AKBAR H (2017) Pembuatan Hidroksiapatit dari Cangkang Telur Ayam dengan Metode Sol-Gel. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (82Kb)

    Abstract

    Hidroksiapatit (HA, Ca10(PO4)6(OH)2), adalah salah satu senyawa kalsium fosfat yang banyak dimanfaatkan sebagai pengganti tulang dan gigi. Hidroksiapatit dapat diperoleh dari sumber alami atau melalui sintesis kimia. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat hidroksiapatit adalah bahan yang memiliki kandungan CaCO3 tinggi diatas 90% diantaranya tulang sapi, tulang ikan, cangkang kerang, cangkang telur ayam, dan banyak lainnya. Cangkang telur ayam dipilih dikarenakan cangkang telur ayam memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) sebesar 94%. Selain itu, cangkang telur juga merupakan limbah yang jumlahnya sangat melimpah dan memiliki harga yang murah. Cangkang telur dapat dibuat menjadi Hidroksiapatit dengan menggunakan metode sol-gel. Cangkang telur bersih, dipanaskan di dalam furnace selama 6 jam pada suhu 800 oC. Serbuk hasil furnace sebanyak 2 gram ditambahkan dengan 50 ml etanol 96% dimasukkan ke labu leher tiga yang dilengkapi magnetic stirrer, campuran ini ditambahkan tetes demi tetes dengan buret dari campuran asam Fofpat 85,3% sebanyak 3 ml dan etanol 96% 47 ml. Campuran lalu diaduk dengan kecepatan pengadukan 300 rpm pada suhu 37°C selama 4 jam untuk mendapatkan campuran yang homogen. Larutan yang telah homogen dipanaskan dalam media air bersuhu 60°C selama 1 jam. Larutan diendapkan pada suhu kamar selama 24 jam untuk kemudian dipanaskan kembali pada suhu 60°C sampai larutan berubah menjadi gel. Gel yang diperoleh dipanaskan dalam furnace pada suhu 800°C selama 6 dan 10 jam. Pada percobaan lainnya dilakukan dengan cara kerja yang sama seperti diatas hanya saja dilakukan penambahan 5 ml larutan kitosan yang terbuat dari 3 gram kitosan yang dilarutkan dalam asam asetat 2% 100 ml ke dalam campuran cangkang telur secara tetes demi tetes. Hasil dari percoban didapatkan bahwa kondisi pemanasan di dalam furnace pada pembuatan hidroksiapatit adalah 10 jam pada 800oC lebih baik daripada pemanasan hidroksiapatit selama 6 jam pada 800 oC. Hidroksiapatit tanpa kitosan memiliki puncak-puncak yang lebih tinggi daripada hidroksiapatit-kitosan. Hal ini menunjukkan hidroksiapatit-kitosan mengalami penurunan sifat kristalit dikarenakan produk yang lebih berpori. Berdasarkan perhitungan, dari 10 gram cangkang telur bersih dapat diperoleh HA sebesar 2,9 gram.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Annisa Fitri T
    Date Deposited: 26 Nov 2017 15:39
    Last Modified: 26 Nov 2017 15:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36485

    Actions (login required)

    View Item