PERSONAL BRAND-IMAGE AHOK DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Personal Brand-Image Ahok di Mata Mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk DKI Jakarta di FISIP UNS dalam Masa Kepemimpinan Menjadi Gubernur DKI Jakarta Periode 2014-2017)

Sarasvianti, Edith (2017) PERSONAL BRAND-IMAGE AHOK DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Deskriptif Kualitatif Personal Brand-Image Ahok di Mata Mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk DKI Jakarta di FISIP UNS dalam Masa Kepemimpinan Menjadi Gubernur DKI Jakarta Periode 2014-2017). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (498Kb)

    Abstract

    Personal brand yang baik akan menimbulkan citra yang baik pula pada diri orang tersebut. Begitu pula di dalam dunia politik. Adanya personal brand yang baik akan menolong karir politik seseorang dan membentuk citra positif bagi dirinya di mata masyarakat. Tidak berbeda dengan personal brand yang terbentuk pada diri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). sebagai seorang tokoh politik yang aktivitasnya selalu dilihat oleh media dan masyarakat luas, sudah tentu terdapat suatu citra yang melekat pada dirinya. Namun sebagai pemimpin dirinya tergolong cukup unik karena pembawaan yang dimiliki yang tak jarang membuat adanya kelompok yang sangat mendukung dirinya tetapi juga ada kelompok masyarakat yang sangat membencinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana personal brand Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di mata masyarakat Jakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 unsur pembentuk personal brand dari Peter Montoya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Eksplanatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan 15 orang sebagai informan dalam penelitian. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap para informan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Setelah dilakukan analisis data diperoleh kesimpulan berupa personal brand Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya memenuhi 6 dari 8 unsur pembentuk personal brand dari Peter Montoya. Meski mampu membangun Jakarta menjadi Provinsi yang lebih baik, personal brand Ahok tidak sepenuhnya baik di mata masyarakat karena dalam sisi kepribadian, karakternya yang keras dan gayanya dalam berbicara cukup banyak hal yang disayangkan, selain itu karakter ini pula yang membawa Ahok dalam kasus penistaan agama yang cukup signifikan menurunkan personal brand Basuki Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menjadi seorang pemimpin dan juga tokoh politik di Indonesia.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 21:36
    Last Modified: 24 Nov 2017 21:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36376

    Actions (login required)

    View Item