STUDI KOMPARASI PENGATURAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA INDONESIA DAN MALAYSIA PENAL CODE

Kusuma Wardani, Dessy (2017) STUDI KOMPARASI PENGATURAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA INDONESIA DAN MALAYSIA PENAL CODE. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (997Kb)

    Abstract

    Dessy Kusuma Wardani. E0013118. 2017.STUDI KOMPARASI PENGATURAN TINDAK PIDANA PERKOSAAN DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA INDONESIA DAN MALAYSIA PENAL CODE.Penulisan Hukum (Skripsi).Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaturan tindak pidana perkosaan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia dan Malaysia Penal Code. Perbandingan tersebut meliputi persamaan, perbedaan serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing peraturan perundang-undanganguna menjadi dasar dari pembaharuan hukum pidana mengenai pengaturan tindak pidana perkosaan di Indonesia. Penulisan hukum ini termasuk jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif, dengan pendekatan perbandingan. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya dengan studi kepustakaan dan analisis data yang digunakan adalah metode silogisme dengan pendekatan deduktif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa persamaan pengaturan tindak pidana perkosaan menurut KUHP Indonesia dan Malaysia Penal Code adalah perkosaan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan perkosaan yang menyebabkan kematian perempuan (korban), sedangkan perbedaannya ada persetujuan perkosaan sebagai salah satu unsur, jenis sanksi pidana, objek perkosaan, perkosaan sedarah, perkosaan dalam pernikahan, perkosaan menggunakan benda. Selanjutnya kelebihan pengaturan tindak pidana perkosaan menurut KUHP Indonesia adalah adanya unsur suatu perbuatan dikatakan sebagai tindak pidana perkosaan yang diklasifikasikan dengan jelas, sedangkan kekurangannya sempitnya ruang lingkup pengertian tindak pidana perkosaan, tidak ada pengaturan mengenai perkosaan dalam pernikahan, tidak ada pengaturan mengenai perkosaan terhadap laki-laki (dewasa). Kelebihan Malaysia Penal Code yaitu pengaturan tindak pidana perkosaan lebih lengkap, adanya pengaturan mengenai perkosaan terhadap laki-laki sedangkan kekurangannya adalah tidak ada perbedaan pengaturan antara perkosaan dengan persetujuan dan tanpa persetujuan korban. Kemudian setelah mengetahui persamaan dan perbedaan juga kelebihan dan kekurangan dari pengaturan tindak pidana perkosaan di kedua Negara maka dapat dijadikan acuan guna pembaharuan hukum di Indonesia khususnya terhadap tindak pidana perkosaan. Kata Kunci : Perkosaan, Perbandingan, KUHP Indonesia, Malaysia Penal Code

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 21:05
    Last Modified: 24 Nov 2017 21:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36358

    Actions (login required)

    View Item