PILIHAN KODE PADA MASYARAKAT JAWA (STUDI KASUS DI WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA)

Wiryastuti, Dasih (2017) PILIHAN KODE PADA MASYARAKAT JAWA (STUDI KASUS DI WILAYAH EKS KARESIDENAN SURAKARTA). PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (596Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dasih Wiryastuti, T.1202001 Pilihan Kode pada Masyarakat Jawa (Studi Kasus di Wilayah eks-Keresidenan Surakarta). Promotor: Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S. Ko-Promotor: 1. Dr. Dwi Purnanto, M.Hum. 2. Dr. Sri Marmanto, M.Hum. Disertasi: Program Studi Linguistik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis kode, wujud kode, fungsi kode, dan faktor penyebab munculnya kode pada masyarakat tutur Jawa di eks-Keresidenan Surakarta, dengan daerah kajian Surakarta, Boyolali, dan wonogiri. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat tutur yang dikemukakan oleh Fishman (1972), kontak bahasa oleh Weinreich (1974) komponen tutur oleh Dell Hymes (1974), kode dikemukakan oleh Wardhaugh (1986), alih kode serta campur kode oleh Hudson (1996) dan Unggah-ungguh Bahasa Jawa oleh Sasangka (2010). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan Sosiolinguistik. Metode observasi dan wawancara merupakan metode yang digunakan dalam penyediaan data. Data penelitian ini berupa tuturan masyarakat eks-Keresidenan Surakarta di dalamnya mengandung unsur campur kode dan alih kode. Ada usaha pemertahanan ataupun justru ada pergeseran. Dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam menganalisis data, diperoleh hasil penelitian berupa variasi kode bahasa, wujud kode, fungsi masing-masing kode, serta faktor penyebab munculnya kode. Jenis kode yang ditemukan pada ranah keluarga Jawa (KJ) di wilayah eks-Keresidenan Surakarta adalah kode BJ, BI, dan BA dengan faktor-faktor penentu (1) ranah, (2) peserta tutur, dan (3) norma. Pada RK di wilayah desa, digunakan kode BJ kecuali KJ tua Wonogiri bervariasi BJ dan Campur kode BI. KJ di wilayah kota memilih kode BJ, BI, BIG, campur kode BJ+ BI dengan dasar BJ atau BI. Kode BJ yang digunakan sebagian besar berwujud Ng-lugu dan Ng-alus hanya sebagian kecil menggunakan kode BJ Kr-lugu maupun Kr-alus. Kode BJ berwujud Ng-lugu berfungsi untuk: (1) memperlancar komunikasi dan (2) keakrapan. Penyebab munculnya kode BJ Ng- lugu: (1) kebiasaan, (2) anak tidak dididik, dan dibiasakan menggunakan kode BJ Kr-, (3) lingkungan menggunakan kode BJ Ng-lugu, dan (4) anak mengalami kesulitan menerapkan Kr-. Kode BJ berwujud Ng-alus berfungsi untuk: (1) menghormati orang tua dan (2) kepantasan tutur. Sebab munculnya kode Ng-alus (1) menghormati orang tua/lebih tua dan (2) kehadiran O3. Kode BJ berwujud Kr-lugu berfungsi (1) menghormati orang tua/lebih tua dan (2) kepantasan tutur. Faktor penyebab munculnya kode BJ Kr- (1) tatakrama anak kepada orang tua dan (2) menghormati orang tua. Kode BI berwujud kode bahasa informal. Fungsi kode BI untuk: (1) kelancaran komunikasi, dan (2) kesiapan anak komunikasi di luar.) Sebab munculnya kode BI (1) mudah, (2) keakraban, (3) di sekolah menggunakan kode BI. Pilihan kode pada RM Jawa (MJ) di wilayah eks-Keresidenan Surakarta dipotret dari kegiatan kemasyarakatan bersifat formal dan informal. Pada situasi formal di wilayah desa sebagian besar menggunakan kode BJ, dan BAR sedangkan di kota sebagian besar menggunakan kode BI, BJ dan BAR. Khusus Karang Taruna menggunakan kode BI dan BAR. Kode BI berwujud BI baku berfungsi pemersatu sebab dapat memperhubungkan penutur bebagai dialek. Kode BJ bewujud Kr-alus berfungsi untuk menyatakan tingkat keresmian sebab konteks tutur terjadi pada situasi formal. Penggunaan kode BAR berfungsi: (1) memberi salam, dan (2) menunjukkan pembicara religius. Sebab digunakan kode BAR sebagian besar warga negara Indonesia beragama Islam. Pada situasi informal MJ desa maupun MJ kota menggunakan kode BJ. Kode BJ berwujud Ng-lugu dan Kr-alus. Kode BJ Ng-lugu befungsi untuk: (1) keakraban dan (2) kelancaran komunikasi sebab relasi antar anggota akrab dan umur sebaya. Kode BJ Kr-alus berfungsi untuk menghormati mitra tutur yang lebih tua sebab adanya perbedaan umur dan status sosial. Kata Kunci: pilihan kode, masyarakat Jawa, eks-Keresidenan Surakarta, sosiolinguistik

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 20:52
    Last Modified: 24 Nov 2017 20:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36350

    Actions (login required)

    View Item