KETERKAITAN KONSTRUKSI SOSIAL DENGAN BUDAYA KEMISKINAN ANAK JALANAN DI KOTA YOGYAKARTA

Narenda P, Bagas (2017) KETERKAITAN KONSTRUKSI SOSIAL DENGAN BUDAYA KEMISKINAN ANAK JALANAN DI KOTA YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1376Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Bagas Narendra Parahita. S251508008. Tesis. Keterkaitan Konstruksi Sosial Dengan Budaya Kemiskinan Anak Jalanan di Kota Yogyakarta. Pembimbing I: Drs. Yulius Slamet, M.Sc, Ph.D, Pembimbing II: Dr. Bagus Haryono, M.Si., Program Studi S2 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret. 2017. Anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan. Keterbatasan kondisi ekonomi dapat mengurangi hak anak dan menimbulkan permasalahan bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori anak jalanan, menganalisis eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang terjadi pada anak jalanan, menganalisis budaya kemiskinan yang terjadi pada anak jalanan, dan menganalisis keterkaitan konstruksi sosial dengan budaya kemiskinan anak jalanan di Kota Yogyakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi sosial dari Peter L Berger & Luckmann dan konsep budaya kemiskinan dari Oscar Lewis. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan studi kasus yang bersifat eksplanatori. Untuk pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan variasi maksimum (maximum variation sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data dilakukan menggunakan triangulasi sumber data, sementara pada analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan anak jalanan berasal dari kategori children of street, children on street dan a part of street family. Dalam temuan penelitian menunjukkan bahwa tiap kategori anak jalanan mengalami konstruksi sosial yang berbeda terkait pengalaman anak jalanan dalam melakukan kegiatan jalanan kesehariannya. mengalami budaya kemiskinan. Eksternalisasi terjadi pada bentuk ekspresi aktivitas anak di jalanan, objektivasi bisa di identifikasi dengan keputusan anak turun ke jalanan karena kebutuhan yang mendesak, internalisasi terjadi ketika anak merasa nyaman ketika berada di jalanan. Budaya kemiskinan anak jalanan pada konteks nilai dapat diidentifikasi melalui semangat yang rendah untuk meraih kemajuan, lemahnya daya juang, rendah motivasi bekerja keras, tingginya tingkat kepasrahan pada nasib, respons yang pasif dalam menghadapi kesulitan ekonomi, lemahnya aspirasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik, kepuasan sesaat dan berorientasi masa sekarang, dan tidak berminat pada pendidikan formal. Sementara dalam lingkungan budaya kemiskinan yang terjadi pada anak jalanan ditemukan berbagai bentuk-bentuk isolasi, diskriminasi, pendidikan rendah, dan perilaku kriminal. Pada penelitian ini kategori anak jalanan children of street dan a part of street family menunjukkan keterkaitan konstruksi sosial dengan budaya kemiskinan. Sementara anak jalanan dari kategori children on street tidak mengalami budaya kemiskinan karena anak pada kategori ini hanya menganggap jalanan sebagai tempat bermain yang menguntungkan dan masih kembali ke rumah orang tua untuk mendapat perhatian. Kata Kunci : Anak Jalanan, Budaya Kemiskinan, Konstruksi Sosial.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 20:23
    Last Modified: 24 Nov 2017 20:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36328

    Actions (login required)

    View Item