PRARANCANGAN PABRIK ETHYLENEDIAMINE DARI MONOETHANOLAMINE DAN AMMONIA KAPASITAS 65.000 TON / TAHUN

Utama, Aditya (2017) PRARANCANGAN PABRIK ETHYLENEDIAMINE DARI MONOETHANOLAMINE DAN AMMONIA KAPASITAS 65.000 TON / TAHUN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (149Kb)

    Abstract

    Aditya Utama, Elizabeth Putri Permatasari, 2017, Prarancangan Pabrik Ethylenediamine dari Monoethanolamine dan Ammonia Kapasitas 65.000 ton/tahun, Program Studi Sarjana Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Ethylenediamine merupakan senyawa yang memiliki banyak kegunaan. Beberapa kegunaannya adalah sebagai bahan baku pembuatan lem dan pestisida, selain itu juga digunakan sebagai zat aditif pada minyak pelumas dan sebagai bahan pelapis. Indonesia masih mengimpor senyawa ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, oleh karena itu untuk menanggulangi ketergantungan terhadap impor tersebut, pabrik ini harus didirikan di Indonesia. Pabrik ethylenediamine dirancang dengan kapasitas 65.000 ton/tahun. Bahan baku yang dibutuhkan adalah ammonia sebanyak 97.907,99 ton/tahun dan monoethanolamine sebanyak 22.874,10 ton/tahun. Produk samping yang dihasilkan berupa diethylenetriamine sebanyak 25.333,94 ton/tahun dan air sebanyak 30.448,14 ton/tahun. Ammonia diperoleh dari PT. Pupuk Kaltim yang memiliki kapasitas 660.000 ton/tahun. Sedangkan monoethanolamine masih harus diimpor dari Funshun Beifhang Chemical Co, Northeast China yang berkapasitas 150.000 ton/tahun. Direncanakan pabrik ini akan didirikan di kawasan Bontang, Kalimantan Timur pada tahun 2019, dan beroperasi pada tahun 2020. Ethylenediamine dibuat dengan cara dehidrogenasi pada suhu 235oC - 335oC dan tekanan maksimum 33 bar di dalam fixed bed single tube reactor dengan kondisi adiabatic isothermal dengan katalis raney nickel. Reaksi yang terjadi bersifat eksotermis. Sebelum memasuki reaktor, bahan baku berupa monoethanolamine dan ammonia diubah fasenya terlebih dahulu dari cair ke uap dengan menggunakan vaporizer pada suhu 196oC dan tekanan 33 bar. Setelah itu keluaran vaporizer disesuaikan suhu nya dengan suhu operasi reaktor yaitu 235oC dengan menggunakan heat exchanger. Bahan baku berupa uap yang telah sesuai dengan kondisi operasi reaktor kemudian diumpankan ke reaktor sehingga terjadi reaksi pembentukan ethylenediamine sebagai produk. Untuk memurnikan produk, dilakukan proses distilasi pada menara distilasi. Unit pendukung proses terdiri atas unit pengadaan air sebesar 9,07 m3/ton produk, unit pengadaan udara tekan (P= 58,8 psi, T= 308 K) sebanyak 100 m3/ton produk, dan unit pengadaan bahan bakar sebanyak 0,013 ton/ton produk. Pabrik ini juga dilengkapi laboratorium untuk menjaga mutu dan kualitas produk agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari 84 orang karyawan shift dan 72 orang karyawan non-shift. Harga jual ethylenediamine adalah US$ 7.41/kg produk dan harga jual diethylenetriamine adalah US$ 1.132/kg produk. Harga bahan baku monoethanolamine adalah US$ 2.347/kg produk, harga ammonia adalah US$ 1.002/kg produk, dan harga katalis raney nickle US$ 1.76/kg produk. Hasil analisa ekonomi diperoleh Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak 85.75%, setelah pajak 68.60%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1.04 tahun, setelah pajak 1,27 tahun, Break Even Point (BEP) 50,86%, Shut Down Point (SDP) 42,84% dan Discounted Cash Flow (DCF) 21,39%. Dari hasil analisa teknik dan ekonomi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pabrik Ethylenediamine dengan kapasitas 65.000 ton/tahun layak didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 15:33
    Last Modified: 24 Nov 2017 15:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36278

    Actions (login required)

    View Item