pengaruh ekstak ethanol propolis terhadap penurunan ekspresi cyclin D1 dan peningkatan apoptosis pada kultur sel kanker payudara MCF 7

Widyarini, Teky (2017) pengaruh ekstak ethanol propolis terhadap penurunan ekspresi cyclin D1 dan peningkatan apoptosis pada kultur sel kanker payudara MCF 7. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (465Kb)

    Abstract

    Teky Widyarini. S961308007. 2017. Pengaruh Ekstrak Ethanol Propolis Terhadap Penurunan Ekspresi Cyclin D1 Dan Peningkatan Apoptosis Pada Kultur Sel Kanker Payudara (Cell Line MCF-7). TESIS. Pembimbing I : dr. Suradi Maryono, SpPD-KHOM FINASIM, Pembimbing II : Prof. Dr. dr. Bambang Purwanto, SpPD-KGH FINASIM. Program PPDS I Ilmu Penyakit Dalam. Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker payudara merupakan penyebab kematian tersering pada wanita, dan 69% kematian akibat kanker payudara terjadi di negara berkembang. Tamoxifen telah banyak digunakan sebagai pengobatan kanker payudara, melalui kemampuannya menghambat ikatan antara estrogen dengan reseptornya sehingga dapat menginduksi apoptosis. Propolis diketahui memiliki aktivitas anti kanker. Mekanisme utama efek antikanker propolis terkait dengan apoptosis dan juga melalui penghentian siklus sel. Cyclin D1 yang berperan pada pengendalian siklus sel, merupakan protein yang mengalami peningkatan ekspresi terbanyak pada kanker payudara. Tujuan Penelitian : mengetahui efek anti kanker ekstrak ethanol propolis (EEP) yang berasal dari Kerjo, Karanganyar pada kultur sel kanker payudara (MCF-7) melalui potensinya sebagai antikanker dalam penurunan ekspresi protein Cyclin D1 dan peningkatan apoptosis. Metode Penelitian : Merupakan penelitian experimental laboratories post test with control group non cross over design. Dilakukan pada sel MCF-7 dengan perlakuan pemberian konsentrasi (½ IC50, IC50, 2 IC50) EEP, 1 IC50 tamoxifen, kombinasi 1 IC50 (EEP + tamoxifen), dan kontrol. Pengamatan ekspresi protein Cyclin D1 dengan metode imunositokimia dan pengamatan apoptosis dengan flowcytometry.. Uji statistik menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji post hoc Tuckey. Dinyatakan bermakna bila p<0,05. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan konsentrasi penghambatan 50% sel MCF-7 (IC50) oleh EEP= 121 μg/mL, dan oleh Tamoxifen= 27 μg/mL. Hasil uji ANOVA menghasilkan p=0,001, menunjukkan masing-masing kelompok berbeda secara menyakinkan. Semua perlakuan pemberian EEP dapat menurunkan ekspresi protein Cyclin D1 dan meningkatkan apoptosis sel (p<0,05). Kekuatan 1 IC50 EEP, 2 IC50 EEP dan 1 IC50 (EEP+Tamoxifen) setara dengan 1 IC50 Tamoxifen dalam menurunkan ekspresi protein Cyclin D1 dan meningkatkan apoptosis (p>0,05). Kesimpulan : semua konsentrasi EEP menurunkan ekspresi protein Cyclin D1 dan meningkatkan apoptosis sel. Pemberian EEP yang setara dengan pemberian tamoxifen terjadi pada 1 IC50 EEP dan 2 IC50 EEP, begitu pula dengan pemberian gabungan 1 IC50 (EEP+Tamoxifen) Kata kunci : Ekstrak ethanol propolis, Cyclin D1, apoptosis, sel MCF-7

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Penyakit Dalam
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 24 Nov 2017 10:54
    Last Modified: 24 Nov 2017 10:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36241

    Actions (login required)

    View Item