Hubungan Kesulitan Regulasi Emosi dan Optimistic Bias dengan Perilaku Berkendara Motor Berisiko pada Remaja di SMAN VI Surakarta

Adira, Nesya (2017) Hubungan Kesulitan Regulasi Emosi dan Optimistic Bias dengan Perilaku Berkendara Motor Berisiko pada Remaja di SMAN VI Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (281Kb)

    Abstract

    Salah satu faktor penyebab kecelakaan yang sering menjadi sorotan adalah faktor human error. Perilaku berkendara yang berisiko secara khusus merupakan faktor manusia yang paling dominan pada pengendara usia muda. Penelitian-penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa perilaku pengendara dipengaruhi oleh baik faktor personal maupun sosial. Faktor-faktor personal tersebut antara lain kemampuan regulasi emosi dan cara individu mempersepsi risiko yang dapat dipengaruhi oleh suatu kecenderungan yang disebut optimistic bias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesulitan regulasi emosi dan optimistic bias dengan perilaku berkendara motor berisiko pada remaja di SMAN VI Surakarta. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik cluster random sampling yang meliputi siswa kelas X dan XI SMAN VI Surakarta yang telah mengendarai motor dalam kesehariannya dengan total 160 siswa untuk penelitian dengan rincian 72 siswa dari 5 kelas X dan 88 siswa dari 5 kelas XI. Penentuan kelas sebagai sampel diambil dengan cara undian dari total 20 kelas X dan XI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala perilaku berkendara berisiko (BYNDS), skala kesulitan regulasi emosi (DERS) dan skala optimistic bias. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan positif dan signifikan antara kesulitan regulasi emosi dan optimistic bias dengan perilaku berkendara motor berisiko dengan Fhitung > Ftabel (47,846 > 3,04), p = 0,000 (p-value < 0,05), nilai R = 0,615 dan R2 = 0,379. Secara parsial, terdapat hubungan signifikan antara kesulitan regulasi emosi dan perilaku berkendara berisiko (p-value = 0,000 < 0,05) dan rxy = 0,566 serta terdapat hubungan signifikan antara optimistic bias dengan perilaku berkendara berisiko (p-value = 0,000 < 0,05) dan rxy = 0,222. Kesulitan regulasi emosi dan optimistic bias secara bersama-sama memberi sumbangan efektif terhadap perilaku berkendara berisiko sebesar 37,9%. Sumbangan efektif kesulitan regulasi emosi sebesar 32,54% dan sumbangan efektif optimistic bias sebesar 5,36%. Lebih besarnya sumbangan kesulitan regulasi emosi mengindikasikan bahwa remaja dalam berkendara lebih banyak mengandalkan kemampuan regulasi emosionalnya dibandingkan kesadaran akan risiko berkendara. Oleh karenanya, peneliti mengusulkan saran untuk pihak-pihak terkait agar mengembangkan kemampuan regulasi emosi sejak dini dengan mengadakan atau mengikuti pelatihan-pelatihan tentang regulasi emosi. Kata kunci: perilaku berkendara, risiko, regulasi emosi, optimistic bias, remaja.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 22 Nov 2017 14:13
    Last Modified: 22 Nov 2017 14:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36153

    Actions (login required)

    View Item