PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) YANG DISUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM DENGAN LEVEL ENERGI METABOLIS YANG BERBEDA

Mardani, Tri (2017) PERFORMA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) YANG DISUPLEMENTASI BETAIN DALAM RANSUM DENGAN LEVEL ENERGI METABOLIS YANG BERBEDA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (406Kb)

    Abstract

    Ransum merupakan faktor yang penting dalam usaha peternakan puyuh petelur. Pengaturan level energi metabolis (EM) yang tepat mampu mengefisienkan penggunaan ransum. Suplementasi bahan aditif yang berperan dalam metabolisme protein dan energi diharapkan mampu mengoptimalkan pengaturan level EM yang sesuai untuk puyuh petelur. Betain merupakan donor metil yang mampu mensintesis substansi-substansi penting yang digunakan dalam proses metabolisme energi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara level EM dengan suplementasi betain serta pengaruh level EM dan suplementasi betain dalam ransum terhadap performa puyuh. Penelitian dilaksanakan di Kandang Percobaan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Analisis proksimat bahan pakan dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Universitas Gadjah Mada. Materi penelitian yang digunakan adalah puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) berumur 25 hari sebanyak 340 ekor puyuh dengan bobot badan awal rata-rata 77,69 ± 4,42 g. Desain penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 × 2. Faktor pertama yaitu level EM sebesar 2.700 dan 2.900 kkal/kg. Faktor kedua yaitu suplementasi betain sebesar 0 dan 0,12%. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Setiap ulangan terdiri dari 17 ekor puyuh petelur. Susunan ransum basal terdiri atas jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak kelapa, limestone, dikalsium fosfat, DL-metionin, premiks dan NaCl. Perlakuan yang diberikan berupa ransum dengan level EM sebesar 2.700 dan 2.900 kkal/kg. Setiap level EM disuplementasi betain sebesar 0 dan 0,12%. Pengambilan data dilaksanakan selama dua periode dengan satu kali periode selama 28 hari. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara level EM dengan suplementasi betain terhadap konsumsi ransum, produksi dan bobot telur, tetapi interaksi terlihat pada konversi ransum (P<0,05). Pemberian ransum dengan EM 2.700 kkal/kg mampu meningkatkan konsumsi ransum, produksi (P<0,05), bobot telur dan menurunkan konversi ransum (P<0,01). Suplementasi betain sebesar 0,12% meningkatkan konsumsi ransum (P<0,05), produksi dan bobot telur serta menurunkan konversi ransum (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan EM 2.700 kkal/kg dan suplementasi betain 0,12% mampu menghasilkan performa puyuh petelur yang lebih baik daripada EM 2.900 kkal/kg dengan atau tanpa suplementasi betain. Kata kunci : Puyuh, energi metabolis, ransum, performa, betain.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 22 Nov 2017 13:47
    Last Modified: 22 Nov 2017 13:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36147

    Actions (login required)

    View Item