performa puyuh petelur( Coturnix coturnix japonica) yang disuplementasi Betain dalam Ransum pada Tingkat Kepadatan Kandang yang Berbeda

Saputra, Surya Wahyu (2017) performa puyuh petelur( Coturnix coturnix japonica) yang disuplementasi Betain dalam Ransum pada Tingkat Kepadatan Kandang yang Berbeda. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (16Kb)

    Abstract

    Kepadatan kandang adalah faktor lingkungan yang penting diperhatikan. Kepadatan kandang yang tinggi dapat menyebabkan cekaman yang akan menurunkan performa puyuh petelur. Salah satu upaya mengatasi cekaman karena kepadatan kandang yaitu dengan suplementasi betain dalam ransum. Betain merupakan osmolit organik yang efektif untuk mengontrol tekanan osmotik di dalam sel. Selain itu betain membantu menjaga keseimbangan air selular untuk melindungi sel dan jaringan dari dehidrasi dan inaktivasi osmotik, sehingga dapat bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat kepadatan kandang dan suplementasi betain dalam ransum terhadap performa puyuh petelur. Materi yang digunakan adalah 408 ekor puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) umur 23 minggu dengan rata-rata bobot badan awal 154 ± 4,99 g yang didistribusikan dalam 24 unit kandang. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 × 2. Faktor pertama yaitu kepadatan kandang yang terdiri dari 40, 45 dan 50 ekor/m2. Faktor kedua yaitu suplementasi betain 0 dan 0,12%. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Ransum basal disusun dengan protein 18% terdiri atas jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak kelapa, DL-metionin, dikalsium fosfat, choline chloride, limestone, premiks dan NaCl. Ransum perlakuan diberikan saat puyuh berumur 24 minggu. Pengukuran data performa dilaksanakan setiap hari selama dua periode (2 × 28). Data yang diperoleh dianalisis variansi untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati, jika terdapat pengaruh perlakuan maka dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara tingkat kepadatan kandang dengan suplementasi betain dalam ransum terhadap performa puyuh. Tingkat kepadatan kandang 40 hingga 50 ekor/m2 tidak memengaruhi konsumsi, produksi telur, bobot telur dan konversi ransum. Suplementasi betain 0,12% dalam ransum mampu meningkatkan konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan menurunkan nilai konversi ransum. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingkat kepadatan sampai dengan 50 ekor/m2 dapat diaplikasikan tanpa menurunkan performa. Suplementasi betain 0,12% dalam ransum mampu memperbaiki performa puyuh.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 22 Nov 2017 13:28
    Last Modified: 22 Nov 2017 13:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36142

    Actions (login required)

    View Item