LAPORAN MAGANG DI PT TAINESIA JAYA DESA SONOHARJO KAB. WONOGIRI (PROSES PRODUKSI SIRUP MALTOSA DAN FRUKTOSA)

PURWANDARI, YULI WIJAYANTI (2009) LAPORAN MAGANG DI PT TAINESIA JAYA DESA SONOHARJO KAB. WONOGIRI (PROSES PRODUKSI SIRUP MALTOSA DAN FRUKTOSA). Other thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (511Kb)

    Abstract

    Gula merupakan kebutuhan pokok penduduk Indonesia yang cenderung terus meningkat seiring bertambahnya penduduk. Gula dari pati umumnya memiliki rasa dan kemanisan hampir sama dengan gula tebu (sukrosa), bahkan ada yang lebih manis. Gula tersebut dibuat dari bahan berpati seperti ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan pati jagung. Di antara gula dari pati tersebut, sirup maltosa dan fruktosa mempunyai prospek paling baik untuk mensubstitusi gula pasir. Jika produksi gula dari pati terus meningkat maka harganya akan dapat bersaing dengan gula pasir. Namun peningkatan produksi tersebut perlu diikuti dengan upaya memperluas pemanfaatannya. Tujuan magang ini adalah memperluas pengetahuan dan wawasan berpikir dalam menerapkan ilmu yang dipelajari, mengamati dan memahami secara langsung proses pengolahan hasil pertanian di perusahaan dengan dasar teori yang telah diterima di bangku kuliah meliputi keadaan umum dan manajemen perusahaan, proses produksi, serta mesin dan peralatan yang digunakan. Cara atau metode yang digunakan pada pelaksanaan magang ini adalah observasi, wawancara, terlibat atau praktek langsung, dan studi pustaka. Sirup maltosa dan sirup fruktosa yang diproduksi oleh PT. Tainesia Jaya berbahan baku tepung tapioka. Secara tidak langsung pengolahan tepung tapioka menjadi sirup maltosa dan sirup fruktosa mampu meningkatkan nilai ekonomi ubi kayu serta sebagai salah satu diversifikasi produk olahan berbahan dasar ubi kayu. Fruktosa sering dimanfaatkan dalam industri makanan dan minuman, terutama dalam industri permen (sweets and candies), selai, dan pengalengan buah-buahan segar. Maltosa ataupun fruktosa dapat digunakan sebagai pakan lebah madu saat terjadi musim kering yang menyebabkan tumbuhan tidak berbunga. Proses pembuatan sirup maltosa yang pertama dilakukan yaitu mixing/pencampuran. Yang kedua dilakukan proses pemasakan dengan suhu 97,5 proses selanjutnya yaitu sakarifikasi, filtrasi, pertukaran ion kemudian proses evaporasi. Sedangkan untuk pembuatan sirup fruktosa prosesi awal yang 30 dilakukan sama seperti pada pembuatan sirup maltosa. Namun setelah dilakukan proses evaporasi kemudian dilakukan lagi proses selanjutnya yaitu proses isomerisasi. Kemudian setelah proses isomerisasi dilakukan kembali proses ionisasi dan evaporasi. Kata Kunci : Proses Produksi, Maltosa, Fruktosa

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > D3 - Teknologi Hasil Pertanian
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 14 Jul 2013 08:42
    Last Modified: 14 Jul 2013 08:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3606

    Actions (login required)

    View Item