1 STUDI ANALISIS PEMBENTUKAN CIVIC VIRTUE DALAM RUANG LINGKUP NORMA, HUKUM DAN PERATURAN DI SMP NEGERI 1 GEMOLONG TAHUN 2009

WIANTO, EKO PATHI (2010) 1 STUDI ANALISIS PEMBENTUKAN CIVIC VIRTUE DALAM RUANG LINGKUP NORMA, HUKUM DAN PERATURAN DI SMP NEGERI 1 GEMOLONG TAHUN 2009. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (230Kb)

    Abstract

    Tantangan pendidikan dewasa ini untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan tangguh semakin berat. Pendidikan tidak cukup hanya berhenti pada memberikan pengetahuan yang paling mutakhir, namun juga harus mampu membentuk dan membangun sistem keyakinan dan karakter kuat setiap peserta didik sehingga mampu mengembangkan potensi diri dan menemukan tujuan hidupnya. Pendidikan di sekolah tidak lagi cukup hanya dengan mengajar peserta didik membaca, menulis, dan berhitung kemudian lulus ujian dan nantinya mendapatkan pekerjaan yang baik. Sekolah juga harus mampu mendidik peserta didik agar dapat memutuskan apa yang benar dan salah. Sekolah juga perlu membantu menemukan tujuan hidup setiap peserta didik. Bangsa Indonesia menyadari pentingnya pendidikan untuk mengembangkan potensi SDM secara optimal untuk menjadikan insan pembangunan yang berkualitas. Hal tersebut tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) pada pasal 31 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) yang menyatakan bahwa: 1. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. 2. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. 3. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang undang. 4. Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. 5. Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. (Anonim, 2005:23) Adanya pernyataan bahwa tujuan negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka yang terjadi adalah banyaknya tuntutan dan kebutuhan bagi bangsa ini menjadi negara yang maju dan mandiri. Untuk itu faktor yang penting adalah sumber daya manusia, karena sumber daya manusia sebagai faktor yang sangat strategis sekali. Artinya tuntutan dan kebutuhan utama adalah mengembangkan kreativitas dan inovasi, kemampuan dalam mengembangkan dan mendayagunakan teknologi, dan sekaligus kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Upaya untuk mewujudkan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan perlu adanya kesadaran guru memahami tentang fungsi pendidikan, dengan harapan guru dapat menjadikan peserta didik sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Sehingga dengan terwujudnya pembangunan nasional dalam bidang pendidikan diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang salah satunya adalah membentuk manusia Indonesia yang berkualitas yang mampu menghadapi segala tantangan di segala bidang. UU Sisdiknas pasal 3 menyatakan Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Anonim, 2003:3). Upaya untuk mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional guru dituntut untuk profesional. Seperti yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat (1) bahwa “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah” (Anonim, 2006:2). Hal tersebut dapat dimaknai bahwa guru sebagai tenaga profesional mempunyai peran sebagai agen dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
    L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 14 Jul 2013 08:42
    Last Modified: 14 Jul 2013 08:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3605

    Actions (login required)

    View Item