Model Susceptible Diabetes Complication

choirul affan, rifqi (2017) Model Susceptible Diabetes Complication. Other thesis, universitas sebelas maret.

[img] PDF - Published Version
Download (121Kb)

    Abstract

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Proporsi penderita diabetes dalam populasi (prevalensi) tergolong cukup tinggi. Diabetes juga tergolong sebagai penyakit yang mematikan. Kematian biasanya terjadi pada penderita diabetes yang mengalami komplikasi. Pemodelan matematika untuk meneliti perubahan prevalensi diabetes telah dijelaskan melalui model diabetes complication (DC). Model tersebut mengelompokkan penderita diabetes menjadi dua kelompok individu, yaitu diabetes tanpa komplikasi (D) dan diabetes dengan komplikasi (C). Salah satu faktor yang berpengaruh dalam perubahan prevalensi diabetes adalah penderita baru penyakit diabetes (insidensi). Banyaknya insidensi pada model DC diasumsikan konstan tanpa mempertimbangkan faktor penyebabnya. Faktanya, banyaknya insidensi tidak konstan, faktor-faktor penyebab diabetes dapat berpengaruh pada fluktuasi insidensi. Diabetes dikenal sebagai penyakit yang disebabkan oleh faktor gaya hidup dan genetik. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan penyebab seorang individu sehat namun rentan (susceptible) menjadi penderita diabetes. Di sisi lain, faktor genetik merupakan penyebab utama terjadinya kelahiran berpenyakit diabetes. Dengan mempertimbangkan kedua faktor tersebut, model DC dikembangkan menjadi model susceptible diabetes complication (SDC). Tujuan penelitian ini adalah menurunkan model SDC, menerapkannya, dan mengukur keakuratan model tersebut dalam penerapan. Selanjutnya, memprediksi prevalensi dan banyaknya kematian karena diabetes dari penyelesaian model yang diperoleh. Model SDC berbentuk sistem persamaan diferensial nonlinier orde satu dengan tiga variabel terikat yaitu S, D, dan C serta satu variabel bebas yaitu t (waktu). Model tersebut diterapkan di Amerika Serikat dengan mengestimasi nilai parameter berdasarkan data tahun 2000-2011. Keakuratan model diukur berdasarkan eror relatif tahun 2012-2014. Rata-rata eror relatif S, D, C, dan prevalensi berturut-turut adalah 0.00219, 0.06231, -0.14461, dan -0.04884. Dengan demikian model cukup akurat untuk memprediksi banyaknya individu pada masing-masing kelompok maupun untuk memprediksi prevalensi diabetes. Selama 2011-2030, prevalensi diabetes diprediksikan meningkat lebih dari dua kali lipat (110%) dengan rata-rata peningkatan 4% per tahun, sedangkan kematiannya meningkat lebih dari dua kali lipat (179%) dengan rata-rata peningkatan 5% per tahun.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika
    Depositing User: Taufik A
    Date Deposited: 07 Nov 2017 22:24
    Last Modified: 07 Nov 2017 22:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35965

    Actions (login required)

    View Item