ANALISIS KETERPADUAN PASAR BUNCIS ANTARA PASAR TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PASAR LEGI KOTA SURAKARTA

D, Fajar Martha (2009) ANALISIS KETERPADUAN PASAR BUNCIS ANTARA PASAR TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PASAR LEGI KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (537Kb)

    Abstract

    Negara Indonesia sejak dahulu terkenal sebagai negara agraris atau negara yang berbasis pada pertanian, dimana sebagian besar wilayah Indonesia digunakan untuk pertanian. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya potensi alam yang subur dan iklim yang baik yang dapat mendukung pembangunan pertanian. Pembangunan di sektor pertanian yang telah dilaksanakan, bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, yang diiringi dengan upaya peningkatan ekspor sekaligus mengurangi impor hasil pertanian. Namun, dewasa ini sasaran pembangunan pertanian tidak saja dititikberatkan pada peningkatan produksi, tetapi juga mengarah pada peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan taraf hidup petani, perluasan lapangan kerja bahkan juga bertujuan untuk memperluas pasar produk pertanian baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu faktor penting dalam pengembangan hasilhasil pertanian adalah pemasaran (Tukan et al., 2004). Pemasaran pertanian merupakan hal yang penting di dalam pembangunan pertanian dan keberlanjutan proses usahatani. Untuk dapat mengoptimalkan pemasaran, sistem informasi pasar perlu diperhatikan. Transfer informasi baik dari konsumen kepada produsen mengenai kualifikasi permintaan atau kebutuhan, serta informasi pasar dari produsen kepada konsumen mengenai ketersediaan produk harus berjalan lancar. Apabila informasi pasar tidak diketahui akan menyebabkan proses pemasaran terhambat. Oleh karena itu, informasi digunakan untuk memperlancar proses pemasaran produk pertanian (Handayani, 2007). Hortikultura adalah pengusahaan tanaman secara intensif di kebun atau di seputar tempat tinggal. Berdasarkan jenisnya, hortikultura terdiri dari: buahbuahan, sayuran, bunga, dan tanaman hias. Manfaat dari produk hortikultura bagi manusia yaitu: sebagai sumber pangan dan gizi, pendapatan keluarga dan pendapatan negara. Sedangkan bagi lingkungan bermanfaat sebagai penyangga kelestarian alam (Ashari, 1995). Salah satu hortikultura yang mempunyai peluang pasar cukup besar adalah komoditi sayursayuran. Sayursayuran merupakan komoditas hortikultura yang mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai pelengkap makanan pokok sumber vitamin, mineral serta menjaga kekebalan tubuh. Buncis merupakan salah satu hortikultura yang mempunyai potensi ekonomi, yang banyak mengandung sumber protein, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Selain dikonsumsi dalam bentuk polong yang dimasak, tajuk dan daunnya bisa juga digunakan sebagai lalapan(Anonima, 2008). Potensi ekonomi buncis dapat dilihat dari volume ekspor komoditi buncis. Ekspor buncis tiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, dapat dilihat dari tahun 2004 volume ekspor buncis sebesar 164.977 kg, tahun 2005 sebesar 518.343 kg dan tahun 2006 sebesar 1.357.607 kg (Deptan, 2008). Menurut Rukmana, (1994) tanaman buncis mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan petani, peningkatan gizi masyarakat, pendapatan negara melalui pengurangan impor dan peningkatan ekspor, pengembangan agribisnis dan perluasan kesempatan kerja. Di samping itu pengembangan tanaman buncis mempunyai peranan cukup strategis terhadap jumlah luas dan produksi sayuran nasional.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 14 Jul 2013 08:13
    Last Modified: 14 Jul 2013 08:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3595

    Actions (login required)

    View Item