ANALISIS TINGKAT RISIKO LONGSORLAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JLANTAH HULU KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2016

yurizandi, dimas (2017) ANALISIS TINGKAT RISIKO LONGSORLAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JLANTAH HULU KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (187Kb)

    Abstract

    ABSTRAK DIMAS YURIZANDI. K5412026. ANALISIS TINGKAT RISIKO LONGSORLAHAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JLANTAH HULU KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2016 (Sebagai Implementasi Materi Pembelajaran Geografi Kelas X Kurilulum 2013 pada Kompetensi Dasar 3.7 Menganalisis Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam dengan Kajian Geografi). Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, April 2017. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tingkat bahaya longsorlahan di DAS Jlantah Hulu Kabupaten Karanganyar tahun 2016, (2.) Untuk mengetahui tingkat kerentanan longsorlahan di DAS Jlantah Hulu Kabupaten Karanganyar tahun 2016, (3) Untuk mengetahui tingkat kapasitas masyarakat terhadap longsorlahan di DAS Jlantah Hulu Kabupaten Karanganyar tahun 2016, dan (4)Untuk mengetahui tingkat risiko longsorlahan di DAS Jlantah Hulu Kabupaten Karanganyar tahun 2016. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif, dengan menggunakan metode survei dan dianalisis secara deskriptif. Data penelitian berasal dari data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data melalui observasi, analisis data sekunder, wawancara, dan uji laboratorium. Jumlah satuan lahan di DAS Jlantah Hulu adalah 46 satuan lahan. Analisis data untuk penentuan tingkat bahaya dan kerentanan dan kapasitas menggunakan teknik skoring, sedangkan penentuan risiko longsorlahan menggunakan matriks perbandingan yang menghubungkan tingkat bahaya, tingkat kerentanan, dan tingkat kapasitas. Hasil penelitian ini adalah (1). DAS Jlantah Hulu terdapat tiga tingkat bahaya longsorlahan, yaitu tingkat bahaya rendah dengan luas 75,477 Ha atau 3,34%, tingkat bahaya sedang dengan luas 1936,578 Ha atau 85,79 %, tingkat bahaya longsor tinggi dengan luas 244,548 Ha atau 10,84 %. (2). DAS Jlantah Hulu terdapat dua tingkat kerentanan longsorlahan yaitu tingkat kerentanan rendah dengan luas 1757,683 Ha atau sekitar 77,89% yang meliputi Desa Wonorejo, Desa Beruk, Desa Gondosuli, dan Kelurahan Blumbang, dan tingkat kerentanan sedang dengan luas 499,876 Ha atau sekitar 22,11% yang meliputi Desa Karangsari, Desa Tlobo, Kelurahan Tawangmangu, dan Desa Kalisoro (3). DAS Jlantah Hulu terdapat tiga tingkat kapasitas yaitu tingkat kapasitas rendah yang meliputi Desa Karangsari, tingkat kapasitas sedang meliputi Kelurahan Blumbang, Desa Gondosuli, dan Desa Tlobo, tingkat kapasitas tinggi meliputi Kelurahan Tawangmangu, Desa Kalisoro, Desa Wonorejo, dan Desa Beruk. (4). DAS Jlantah Hulu terdapat 3 klasifikasi tingkat risiko bencana longsorlahan, yaitu tingkat risiko rendah dengan luas 16943,224 Ha atau 75,08%, tingkat risiko longsorlahan sedang dengan luas 473,0402 Ha atau 20,968%, dan tingkat risiko longsorlahan tinggi dengan luas 88,2190 Ha atau sekitar 3,90% dari luas keseluruhan wilayah di DAS Jlantah Hulu. Kata Kunci: Longsorlahan, Kerentanan, Kapasitas, Risiko, Bencana

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Geografi
    Depositing User: Taufik A
    Date Deposited: 04 Nov 2017 07:49
    Last Modified: 04 Nov 2017 07:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35905

    Actions (login required)

    View Item