Perbandingan Analisis Prioritas Pemeliharaan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Analytical Hierarchy Process

Intan Nuraini, Ayu (2017) Perbandingan Analisis Prioritas Pemeliharaan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Analytical Hierarchy Process. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (521Kb)

    Abstract

    Ayu Intan Nurani, 2017, Perbandingan Analisis Prioritas Pemeliharaan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Menurut Buku Informasi Statistik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2015) kurang dari 50 persen jembatan di provinsi Jawa Tengah berkondisi baik. Sementara itu di kota Solo, kondisi jembatan lokal juga mengalami mengalami deteriorasi dan kerusakan. Namun program pemeliharaan belum dapat secara efektif membantu memecahkan masalah ini. Selain ketidakakuratan data, tidak adanya sistem yang tepat membuat pemeliharaan jembatan pada tingkat lokal (kota) menjadi tidak efektif. Tindakan pemeliharaan dan rehabilitasi lebih sering dilakukan berdasarkan pada laporan insidental semata tanpa perencanaan yang sistematis. Pemerintah lokal (tingkat 1 dan 2) sangat membutuhkan dukungan sistem pengambilan keputusan yang dapat secara sistematis dan efektif melancarkan program pemeliharaan dan rehabilitasi jembatan lokal. Dalam skripsi ini, Bridge Management System 1993 (BMS 1993) digunakan untuk melakukan kuantifikasi kondisi kerusakan jembatan dari hasil observasi langsung di lapangan. Lebih lanjut penelitian mendemonstrasikan penyusunan skala prioritas pemeliharaan jembatan dibawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta dengan memanfaatkan IBMS dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang digunakan berdasarkan dari BMS yaitu nilai kondisi dan volume lalu lintas (LHR). Untuk kriteria nilai kondisi dibagi lagi menjadi subkriteria aliran sungai/ timbunan, bangunan pengaman, fondasi, kepala jembatan/ pilar, sistem gelagar, sandaran, sistem lantai, expansion joint, dan pelengkap. Dari hasil analisa didapatkan prioritas pertama pemeliharaan jembatan dengan analisis menggunakan program BMS adalah Jembatan Munggung dengan besar nilai kondisi sama dengan 4, sedangkan prioritas pertama pemeliharaan jembatan menurut metode AHP adalah Jembatan Maris dengan bobot prioritas sebesar 0,2. Perbedaan metode yang digunakan berpengaruh pada urutan prioritas jembatan selanjutnya. Kata kunci: Pemeliharaan Jembatan. Bridge Management System, Analisis Prioritas, IBMS, Analytical Hierarchy Process

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TG Bridge engineering
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 02 Nov 2017 19:08
    Last Modified: 02 Nov 2017 19:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35887

    Actions (login required)

    View Item