Hubungan Intensitas Kebisingan dan Masa Kerja Terhadap Nilai Ambang Dengar Pada Pekerja di Bagian Produksi PT. WIKA Beton Boyolali

denny, andrew (2017) Hubungan Intensitas Kebisingan dan Masa Kerja Terhadap Nilai Ambang Dengar Pada Pekerja di Bagian Produksi PT. WIKA Beton Boyolali. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (314Kb)

    Abstract

    Andrew Denny Haryanto, R0213005, 2017. Hubungan intensitas kebisingan dan masa kerja terhadap nilai ambang dengar pada pekerja di bagian produksi PT. WIKA Beton Boyolali . Skripsi Program D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang : Paparan intensitas kebisingan lebih dari 85 dBA selama 8 jam kerja/hari serta masa kerja dapat menyebabkan terjadinya peningkatan nilai ambang dengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dan masa kerja terhadap nilai ambang dengar. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan 42 sampel. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sound level meter untuk mengukur intenistas kebisingan, lembar isian data untuk mencatat masa kerja dan audiometer untuk mengukur nilai ambang dengar. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi pearson dan spearman rank. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan intensitas kebisingan dengan nilai ambang dengar telinga kiri (p value = 0,015) dan dengan nilai ambang dengar telinga kanan (p value = 0,003). Terdapat hubungan antara masa kerja dengan nilai ambang dengar telinga kanan (p value = 0,021) tetapi tidak terdapat hubungan masa kerja dengan nilai ambang dengar telinga kiri (p value = 0,138). Terdapat 79% responden terpapar intensitas kebisingan > 85 dBA mengalami peningkatan nilai ambang dengar atau gangguan pendengaran dan 48% responden dengan masa kerja > 3,5 tahun mengalami peningkatan nilai ambang dengar atau gangguan pendengaran. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dan masa kerja dengan nilai ambang dengar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D3 - Hiperkes dan Keselamatan Kerja
    Depositing User: Taufik A
    Date Deposited: 02 Nov 2017 01:00
    Last Modified: 02 Nov 2017 01:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35875

    Actions (login required)

    View Item