Perbandingan Analisis Prioritas Pemeliharaan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP)

Tamara P , Astri (2017) Perbandingan Analisis Prioritas Pemeliharaan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (493Kb)

    Abstract

    Astri Tamara Pramudyaningrum, 2017, Perbandingan Analisis Prioritas Perawatan Jembatan dengan Metode Bridge Management System (BMS) dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Keakuratan data kondisi jembatan diperlukan sebagai dasar dalam melakukan perawatan jembatan, sehingga perawatan dapat tepat sasaran sesuai dengan kondisi jembatan. Menurut data Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Surakarta tahun 2011 terdapat 107 jembatan milik Pemerintah Kota Surakarta. Namun data tersebut belum diperbaharui sehingga tidak diketahui kondisi jembatan terkini. Saat ini program perawatan jembatan dari pemerintah belum dapat secara efektif membantu memecahkan masalah tersebut. Selain ketidakakuratan data, tidak adanya sistem yang tepat membuat pemeliharaan jembatan pada tingkat lokal (kota) menjadi tidak efektif sehingga diperlukan adanya pemeriksaan kondisi jembatan dan juga pemeliharaan secara rutin yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kerusakan dan perbaikan yang mahal. Dalam skripsi ini, Bridge Management System 1993 (BMS 1993) digunakan untuk melakukan penilaian kondisi kerusakan jembatan dari hasil observasi langsung di lapangan. Lebih lanjut penelitian mendemonstrasikan penyusunan skala prioritas pemeliharaan jembatan dengan memanfaatkan IBMS dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). Kriteria yang digunakan berdasarkan dari BMS yaitu nilai kondisi dan volume lalu lintas (LHR). Untuk kriteria nilai kondisi dibagi lagi menjadi subkriteria aliran sungai/ timbunan, bangunan pengaman, fondasi, kepala jembatan/ pilar, sistem gelagar, sandaran, sistem lantai, expansion joint, dan pelengkap. Dari hasil analisa didapatkan prioritas pertama pemeliharaan jembatan dengan analisis menggunakan program BMS adalah jembatan Sanga dengan nilai kondisi 4 dan metode FAHP adalah Jembatan Arifin dengan bobot 2,52. Namun terdapat perbedaan dari hasil kedua metode yang akan berpengaruh pada urutan prioritas jembatan. Kata kunci: Pemeliharaan Jembatan. Bridge Management System, Analisis Prioritas, IBMS, Fuzzy Analytical Hierarchy Process

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TG Bridge engineering
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 01 Nov 2017 20:02
    Last Modified: 01 Nov 2017 20:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35862

    Actions (login required)

    View Item