Perancangan pabrik High Fructase Syrup(HFS) dari pati sagu dengan kapasitas 3000 ton/tahun

GULTOM, BARRY JANUARI (2017) Perancangan pabrik High Fructase Syrup(HFS) dari pati sagu dengan kapasitas 3000 ton/tahun. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (635Kb)

    Abstract

    Pabrik High Fructose Syrup (HFS) dirancang dengan kapasitas 3.000 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan adalah pati sagu. Pabrik ini direncanakan didirikan di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau dengan luas 3.277 m2 pada tahun 2019 dan mulai beroperasi pada tahun 2021. HFS banyak digunakan dalam industri makanan seperti es krim, kembang gula dan lain sebagainya. Untuk menghasilkan produk HFS 3.000 ton/tahun dibutuhkan bahan baku pati sagu sebanyak 2.707,2 ton/tahun, air sebanyak 3.480,7 ton/tahun, dengan katalis enzim α-amylase sebanyak 2,9 ton/tahun, amiloglukosidase (AMG) sebanyak 2,6 ton/tahun dan glukoisomerase (GI) sebanyak 0,3 ton/tahun. Kemudian dibutuhkan bahan tambahan berupa Ca(OH)2 sebanyak 0,05 ton/tahun, HCl sebanyak 0,6 ton/tahun, karbon aktif sebanyak 109,1 ton/tahun, NaOH sebanyak 3,4 ton/tahun, MgSO4.7H2O sebanyak 0,4 ton/tahun, dan asam sitrat sebanyak 5,9 ton/tahun. Dengan limbah pabrik berupa slurry dan air sebanyak 3.187,9 ton/tahun. HFS dibuat melalui proses hidrolisa dengan menggunakan katalis enzim. Enzim akan memecah molekul pati sagu dan mengubahnya menjadi glukosa melalui proses liquifikasi dan sakarifikasi. Kemudian glukosa diubah menjadi fruktosa melalui proses isomerisasi dengan enzim glukosaisomerase pada kisaran suhu 40-60oC dan tekanan 2,9 atm dalam Reaktor Fixed Bed Single Tube kondisi adiabatis dan non isotermal. Proses isomerisasi dengan konversi 45% akan menghasilkan HFS dengan kandungan fruktosa 42%, maltodextrin 53% dan glukosa 5%. Kebutuhan utilitas meliputi air sungai sebanyak 9,1 m3/jam, bahan bakar Industries Diesel Oil (IDO) sebanyak 14,2 L/jam, bahan bakar batubara sebanyak 440,6 kg/jam, udara tekan sebanyak 100 m3/jam dan kebutuhan listrik sebesar 100 kW. Pabrik juga didukung laboratorium untuk menjaga kualitas produk agar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Analisis untuk menjaga kualitas produk dilakukan di laboratorium analitik dengan alat spektrofotometer dan refraktometer. Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift selama 24 jam per hari dan 332 hari per tahun. Jumlah kebutuhan tenaga kerja sebanyak 142 orang. Dari analisa ekonomi diperoleh modal tetap sebesar US$ 4.320.319 dan modal kerjanya US$ 912.444,01. Biaya produksi total per tahun sebesar US$ 3.462.862,58. Analisa kelayakan menunjukkan bahwa Profit on Sales (POS) sebelum dan sesudah pajak sebesar 25,24 % dan 18,93 %, Return of Investment (ROI) sebelum dan sesudah pajak sebesar 27,07 % dan 20,30 %, Pay Out Time (POT) sebelum dan sesudah pajak selama 2,9 tahun dan 3,5 tahun, Break Even Point (BEP) 44,12 %, dan Shut Down Point (SDP) 24,15 %, sedangkan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 24,15 %. Berdasarkan hasil evaluasi di atas, maka Pabrik HFS dengan kapasitas 3.000 ton/tahun dinilai layak didirikan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Faricha Rizqi
    Date Deposited: 28 Oct 2017 20:18
    Last Modified: 28 Oct 2017 20:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35799

    Actions (login required)

    View Item