Kolaborasi Antar Daerah Pawonsari dalam Penyelesaian Konflik antar Nelayan di Perairan Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul

RAHMAWATI, AULIA (2017) Kolaborasi Antar Daerah Pawonsari dalam Penyelesaian Konflik antar Nelayan di Perairan Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (444Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kolaborasi antar daerah Pawonsari (collaborative process) dalam penyelesaian konflik antar nelayan di perairan Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul dilihat dari face to face dialogue, building trust, comitmment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Serta faktor-faktor yang mempengaruhi kolaborasi antar daerah dalam penyelesaian konflik dilihat dari aspek starting condition, institutional design, facilitative leadership. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan analisis rangkaian waktu (time series analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses kolaborasi merupakan proses non linear sebagai pencapaian dari face to face dialogue, building trust, comitmment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes.(2) Face to face dialogue menjadi jantung dari proses kolaborasi untuk pembentukan trust, commitment dan understanding dan intermediate outcomes. (3) membangun trust antar peserta kolaborasi dilakukan dengan mengivestasikan waktu dan energi. (4) Commitment dilakukan dengan distribusi kepemilikan forum kolaborasi dan menggali keuntungan-keuntungan proses kolaborasi. (5) sharing of understanding merupakan proses pembelajaran dalam Collaborative Governance yang akan menguatkan trust dan commitment untuk berpartisipasi. (6) program real yang dapat dikerjakan secara bersama-sama sebagai manifestasi intermediate outcomes menjadi sarana untuk membangun trust dan commitment dan shared undestanding.(7) Prehistory of Conflict dan Power Resources Imbalance tidak menjadi penghambat dalam kolaborasi antar daerah, dimana resources interdependency antar daerah justru akan meningkatkan Insentive for Participation dalam procses kolaborasi.(8) Kualitas dan keberagaman aktor semakin meningkatkan legitimasi proses kolaborasi.(9) Facilitative Leadership yang diperankan oleh Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Pawonsari sebagai champion kolaborasi antar daerah dalam penyelesaian konflik. Saran yang diberikan adalah (1) Perlu dibuat agenda bersama bidang kelautan. (2) Perlu ada forum rutin. (3) Perlu dibuat sosialisasi massive terkait kolaborasi antar daerah, (4) Perlu independent facilitator untuk memberdayakan aktor yang lemah. Kata kunci: Kolaborasi Antar Daerah, Penyelesaian konflik, Governance

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Depositing User: Faricha Rizqi
    Date Deposited: 28 Oct 2017 09:02
    Last Modified: 28 Oct 2017 09:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35784

    Actions (login required)

    View Item