Pembuatan Fermentor Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro Leucaena leucocephala Skala Kapasitas 100 L/batch

Ekawati, Luluk (2017) Pembuatan Fermentor Pupuk Organik Cair Daun Lamtoro Leucaena leucocephala Skala Kapasitas 100 L/batch. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (98Kb)

    Abstract

    Pupuk organik cair adalah pupuk cair yang sebagian besar terdiri atas bahan organik. Pupuk organik cair yang baik, dibuat dengan bahan organik yang mempunyai unsur N, P, dan K yang tinggi. Salah satu bahan organik yang dapat dimanfaatkan adalah daun lamtoro. Daun lamtoro mengandung 3,84% N, 0,2% P, dan 2,06% K. Tujuan dari kegiatan ini adalah membuat fermentor untuk menghasilkan produk pupuk organik cair skala kapasitas 100 L/batch. Fermentor dibuat dari drum high density poly ethylene. Bagian dasar drum dibuat lubang untuk saluran produk. Pada bagian samping atas drum dibuat saluran pengeluaran gas dan bagian samping bawah drum dibuat lubang untuk pengeluaran padatan sisa. Fermentor diuji pengoperasiannya dengan cara membuat pupuk organik cair dari daun lamtoro. Daun lamtoro dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi. Daun lamtoro sebanyak 40 kg dikeringkan selama 2 hari. Daun lamtoro kering selanjutnya dimasukkan ke dalam fermentor. Air sebanyak 100 L, molasses 2 L, dan EM4 2 L juga dimasukkan ke dalam fermentor. Campuran tersebut diaduk secara manual agar lebih merata. Bahan yang sudah tercampur tersebut mengalami fermentasi selama 14 hari. Pupuk organik cair yang dihasilkan ditambahkan 0,9 kg CaO. Pengambilan pupuk organik cair dilakukan dengan membuka kran saluran pengeluaran produk dan dimasukkan ke dalam wadah masing-masing 1 L. Sisa padatan diambil dengan cara membuka lubang pada bagian samping bawah drum. Hasil dari kegiatan ini diperoleh fermentor dengan kapasitas produksi 100 L/batch. Fermentor dilengkapi saluran pengeluaran produk di bagian dasar, saluran pengeluaran gas si bagian samping atas, dan lubang pengeluaran padatan sisa di bagian samping bawah. Fermentor juga dilengkapi dengan penyaring agar daun lamtoro terpisah dari produk pupuk organik cair. Setiap 1 L produk pupuk organik cair membutuhkan 0,49 kg daun lamtoro, 0,02 L molasses, 0,02 L EM4, 1,23 L air, dan 0,009 kg CaO. Pupuk organik cair hasil fermentasi di uji untuk mengetahui pH, serta kandungan N, P, dan K. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh pH 7 dengan kandungan N sebesar 0,23%, P sebesar 0,10%, K sebesar 0,26%. Hasil pengujian tersebut menunjukkan fermentor pupuk organic cair skala kapasitas 100 L/batch dapat digunakan untuk membuat pupuk organik cair.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Zahrotun Hanifah
    Date Deposited: 27 Oct 2017 21:33
    Last Modified: 27 Oct 2017 21:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35754

    Actions (login required)

    View Item