Evaluasi Mutu Beras di Tingkat Penggilingan Padi Skala Kecil di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen

Bella, Anna Aprilia (2017) Evaluasi Mutu Beras di Tingkat Penggilingan Padi Skala Kecil di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (175Kb)

    Abstract

    EVALUASI MUTU BERAS DI TINGKAT PENGGILINGAN PADI SKALA KECIL DI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN Anna Aprilia Bella1, Sri Marwanti2, dan Susi Wuri Ani2 1Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta 2Departemen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta E-mail: 1annaapriliabella@gmail.com Abstrak Penggilingan padi skala kecil dapat digunakan sebagai proses menghasilkan produk akhir (beras putih) yang langsung dikonsumsi dan bisa juga sebagai proses menghasilkan produk antara yang berupa beras pecah kulit. Pentingnya penelitian tentang mutu beras di tingkat penggilingan padi skala kecil yaitu untuk mengevaluasi kualitas beras apakah sudah sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini bisa menjadi tolok ukur untuk menentukan beras di tingkat penggilingan padi skala kecil masuk ke dalam kriteria beras kualitas baik atau beras kualitas rendah yang dapat dilihat dari persentase banyaknya butir kepala sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan apabila beras yang dihasilkan di bawah standar. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2016 di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Analisis mutu beras dilakukan pada 14 penggilingan padi skala kecil. Hasil penelitian rata-rata penggilingan padi skala kecil menghasilkan persentase derajat sosoh 91,17%, kadar air 11,88%, butir kepala 50,76%, butir patah 30,9%, butir menir 11,14%, butir merah 0,5%, butir kuning 1,7%, butir mengapur 4,74%, benda asing 0,14%, dan jumlah butir gabah sebanyak 2 butir/100 gram. Hasil penelitian menunjukkan 100% diluar kualitas. Faktor-faktor penyebab rendahnya mutu beras, yaitu: faktor material berupa adanya gabah berwarna hijau, gabah varietas lain dan padi roboh sewaktu dalam proses budidaya. Faktor mesin berupa umur teknis mesin tua dan terjadi kerusakan pada mesin penggiling. Faktor metode berupa pengeringan gabah di lantai jemur kurang merata, penyimpanan gabah terlalu lama menyebabkan timbulnya jamur (beras menguning), tidak melalui paddy separator, beras terlalu lama mengalami gesekan pada whitener, proses penyosohan tidak multi pass. Faktor manusia berupa karyawan kurang teliti, kurang cekatan dan kurang hati-hati memasukkan beras dalam wadah. Kata Kunci: Beras, Mutu Beras, Diagram Fishbone

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Faricha Rizqi
    Date Deposited: 27 Oct 2017 21:18
    Last Modified: 27 Oct 2017 21:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35746

    Actions (login required)

    View Item