KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI, UKURAN SETEK UMBI, DAN PERBEDAAN JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GARUT (Marantha arundinacea L.)

Patola, Lidia Natalidini Putri (2017) KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK HAYATI, UKURAN SETEK UMBI, DAN PERBEDAAN JENIS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GARUT (Marantha arundinacea L.). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (91Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (5Kb)

      Abstract

      Garut berpotensi sebagai tanaman penghasil karbohidrat dan pati. Selain itu garut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan. Benih umbi garut umumnya berupa rhizom atau secara umum disebut umbi. Sebagai benih, jumlah ruas rhizom yang dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik masih perlu diketahui lebih lanjut. Pemanfaatan pupuk hayati penting untuk meningkatkan kesuburan, tidak hanya kesuburan kimiawi tanah. Pemanfaatan trichoderma dan bacillus yang terkandung dalam pupuk hayati, diharapkan mampu meningkatkan kesuburan fisik dan biologis tanah. Jenis tanah mempengaruhi besarnya kandungan unsur hara dalam tanah. Untuk itu perlu diuji peran jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati, ukuran setek umbi, jenis tanah, dan interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil garut. Penelitian dilaksanakan di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Boyolali, pada Oktober 2015 sampai Mei 2016, menggunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Kelompok dengan tiga faktor. Faktor pertama yaitu pupuk hayati (tanpa pupuk hayati dan diberi pupuk hayati), faktor kedua yaitu setek umbi (dengan dua ruas dan tiga ruas) dan faktor ketiga yaitu jenis tanah (tanah grumosol dan tanah renzina) yang disusun secara faktorial. Kombinasi perlakuan diulang empat kali dan setiap ulangan terdiri dari tiga polybag. Variabel pengamatan berupa pertumbuhan dan hasil garut. Variabel pertumbuhan garut meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, laju pertumbuhan relatif, indeks luas daun, laju asimilas bersih. Variabel pengamatan hasil garut meliputi jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, panjang umbi dan berat umbi per rumpun. Data dianalisis menggunakan analisis ragam untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan yang diuji. Analisis selanjutnya menggunakan analisis Uji Beda Nyata Terkecil untuk menguji perbedaan rerata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi pupuk hayati dan setek umbi dua ruas akan meningkatkan panjang umbi. Pada setek umbi tiga ruas meningkatkan jumlah daun, jumlah anakan total, jumlah umbi dan berat umbi per rumpun. Tanah grumosol mampu memberikan tinggi tanaman, jumlah anakan total, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih dan jumlah umbi per rumpun yang lebih tinggi dibanding tanah renzina.

      Item Type: Thesis (Masters)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
      Divisions: Pascasarjana > Magister
      Pascasarjana > Magister > Agronomi - S2
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 27 Oct 2017 19:09
      Last Modified: 27 Oct 2017 19:09
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35668

      Actions (login required)

      View Item