Rantai Nilai Bauran Pemasaran dan Daya Saing Lidah Buaya di Pontianak

Maswadi, Maswadi (2017) Rantai Nilai Bauran Pemasaran dan Daya Saing Lidah Buaya di Pontianak. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (304Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (90Kb)

      Abstract

      MASWADI T.651208011. Rantai Nilai, Bauran Pemasaran dan Daya Saing Produk Lidah Buaya di Pontianak. Promotor. Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si, Ko-Promotor I; Dr. Ir Slamet Hartono, M.Sc. Ko-Promotor II: Dr. Ir Kusnandar, M.Si. Disertasi Program Studi S3 Ilmu Pertanian Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret, 2017. Konsep agribisnis yang berkelanjutan berisi suatu ajakan moral untuk berbuat kebajikan pada lingkungan sumber daya alam dengan mempertimbangan tiga aspek yaitu kesadaran lingkungan (ecologically sound), bernilai ekonomis (economic valueable) dan berwatak sosial atau kemasyarakatan (SociallyJust). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi rantai nilai agribisnis usahatani lidah buaya dan agroindustri olahan lidah buaya secara lengkap mulai dari produsen (petani/pengolah), pedagang, konsumen akhir serta pembuat kebijakan, untuk menganalisis respon konsumen terhadap bauran pemasaran olahan lidah buaya, dan menganalisis daya saing produk usahatani lidah buaya di Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan Kegiatan rantai nilai akan mendorong peningkatan kinerja yang berkaitan dengan pertanian dalammanajemen input-output, sinergi dan rantai nilai integritas, kinerja masing-masing aktor rantai nilai berjalan dengan efektif sehingga konsumen merasakan pelayanan yang terbaik dengan produk yang diterima sedangkan produsen mendapatkan peningkatan daya saing dan profitabilitas, bauran pemasaran yang memiliki pengaruh terhadap produk hijau olahan lidah buaya, dalam urutan adalah harga (19,93%), tempat (19,16%), produk (18,57%), kemasan (16,31%), kinerja (15,83%) dan promosi (10, 18%). nilai rasio biaya sumberdaya domestik (DRCR) yang diperoleh lebih kecil dari satu yaitu 0,81artinya memproduksi pelepah segar lidah buaya di dalam negeri lebih baik dibandingkan dengan impor, karena hanya membutuhkan biaya sumberdaya domestik 81 % dengan kata lain produksi lidah buaya domestik memiliki daya saing tinggi, sebab setiap satu dolar, devisa yang dihasilkan dalam usaha ini mampu mendatangkan nilai tambah sebesar 0,81USD. Sedangkan nilai PCR sebesar 2,79 menunjukkan bahwa usahatani lidah buaya di daerah penelitian tidak memiliki keunggulan kompetitif. Kata Kunci : Rantai nilai, Agribisnis lidah buaya, Bauran pemasaran dan Daya saing

      Item Type: Thesis (PhD)
      Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
      Divisions: Pascasarjana > Doktor
      Pascasarjana > Doktor > Ilmu Pertanian - S3
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 27 Oct 2017 15:02
      Last Modified: 27 Oct 2017 15:02
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35648

      Actions (login required)

      View Item