HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER DENGAN KEPUASAN PEMAKAI (Studi Kasus Pada Software Program Aplikasi General Ledger-Magic Di PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Surakarta)

DUWI RENGGANI, NIMANG (2003) HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER DENGAN KEPUASAN PEMAKAI (Studi Kasus Pada Software Program Aplikasi General Ledger-Magic Di PT. PLN (Persero) Area Pelayanan Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (226Kb)

    Abstract

    Dewasa ini dunia bisnis mengalami berbagai tekanan yang sangat berat. Perkembangan teknologi informasi yang pesat dan persaingan usaha yang semakin ketat menyebabkan perubahan-perubahan yang besar di berbagai kehidupan manusia termasuk praktik bisnis itu sendiri. Perkembangan usaha akan berakibat pada kompleksitas permasalahan yang dihadapi. Setiap perusahaan dengan segala daya upayanya harus berusaha agar tetap eksis dan meningkatkan laba usahanya. Pimpinan perusahaan (manajer) dituntut untuk dapat menyerahkan dan mengelola segala sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. Dalam mengambil suatu kebijakan, pimpinan harus memperhatikan informasi-informasi mengenai kondisi dan permasalahan yang dihadapi perusahaan sehingga dapat dilaksanakan oleh para karyawan dengan hasil yang memuaskan. Informasi-informasi tersebut dapat diperoleh dari sistem yang telah diterapkan di perusahaan. Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang maju suatu sistem akan dapat mendukung kegiatan operasional dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi atau perusahaan, yang akhirnya diharapkan dapat mengurangi biaya dan peningkatan pendapatan. Pengetahuan manajer dan user lainnya (karyawan) terhadap teknologi informasi khususnya komputer di masa kini sangat diperlukan yang tentu saja dibarengi dengan kemampuan untuk menggunakan dan memanfaatkannya. Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian mereka juga memastikan siapa dalam organisasi tersebut yang layak untuk menerima informasi dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat pula sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan (McLeod, 1995). Hal ini diharapkan akan didapat kinerja yang baik atas karyawan. Kinerja dari karyawan juga merupakan refleksi dari kepuasan mereka akan fasilitas yang mendukung tugas dan pekerjaan mereka. Salah satu sistem yang ada dalam suatu perusahaan adalah sistem informasi akuntansi. Suatu sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu cara pengolahan data akuntansi menjadi informasi yang berkualitas. Dengan perkembangan dunia usaha dewasa ini yang berkaitan dengan masalah manajemen lingkungan bisnis dan teknologi informasi yang mengalami kemajuan pesat akan berpengaruh terhadap sistem informasi yang diterapkan oleh suatu badan usaha. Lingkungan bisnis yang sangat kompleks dalam usaha perdagangan harus ditanggapi sesuai dengan tuntutan yang diharapkan. Lingkungan bisnis tersebut tercermin dalam jumlah penduduk, jangkauan pasar, tuntutan pelanggan, tanggung jawab sosial, ekologis serta peraturan pemerintah. Melihat pentingnya peranan informasi maka sistem sangat membantu keberhasilan pencapaian tujuan usaha. Menurut Wilkinson, Joseph W dalam Accounting System & Information menyebutkan bahwa “informasi merupakan sumber daya yang harus dirancang dengan baik”. Untuk mendapatkan informasi keuangan yang baik maka dibutuhkan suatu sistem informasi keuangan yang baik pula. Menurut Mulyadi (1997: 19) penyusunan sistem ini diantaranya berguna untuk: Ø Menyediakan informasi bagi kegiatan usaha baru. Ø Memperbaiki hasil dari sistem yang sudah ada baik mutu, ketepatan maupun strukturnya. Ø Memperbaiki sistem pengendalian akuntansi dan pemeriksaan intern. Ø Mengurangi biaya penyelenggaraan catatan dan penyusunan laporan keuangan. Untuk merealisasikan sebuah sistem, keberadaan teknologi informasi sangat membantu. Banyak organisasi bisnis di Indonesia yang menganggap investasi dalam sistem informasi merupakan hal yang penting guna meningkatkan kinerja individual perusahaannya. Seperti telah dijelaskan di muka penggunaan sistem komputer sebagai teknologi informasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi dunia bisnis. Komputerisasi sistem informasi akuntansi diharapkan dapat mendukung penyediaan informasi yang lebih berkualitas. Sebelum suatu teknologi informasi diadopsi, para praktisi sebaiknya mengetahui unsur apa saja yang seharusnya terdapat dalam teknologi informasi tersebut sehingga apabila teknologi tersebut nantinya benar-benar digunakan akan dapat memberikan kepuasan kepada para pemakainya sehingga dapat meningkatkan kinerja para individu yang dipekerjakan perusahaan tersebut. Menurut Muntoro (1987) dalam Sunarti Setianingsih (1998) ada beberapa keunggulan penggunaan sistem informasi berbasis komputer yaitu ; ô dapat memproses sejumlah transaksi dengan cepat dan terintegrasi, ô dapat menyimpan dan mengambil data dalam jumlah besar, ô dapat mengurangi kesalahan matematis, ô menghasilkan laporan dengan tepat waktu dalam berbagai bentuk , dan ô dapat memjadi alat bantu pengambilan keputusan khususnya untuk jenis masalah terstruktur. Selain untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pekerjaan bagi karyawan di perusahaannya, penerapan sistem informasi berbasis komputer juga digunakan perusahaan untuk competitive advantage-nya. Penggunaan komputer disini bukan berarti penggunaan komputer dalam pelaksanaan operasi organisasi secara terpisah namun lebih berarti pada penggunaan komputer yang terintegrasi antara komponen-komponen hardware, software, manusia dan sumber daya data yang digunakan untuk mengumpulkan, mengirimkan dan menyebarkan informasi dalam organisasi tersebut. Pengembangan sistem informasi melibatkan berbagai pihak seperti manajemen penentu kebijakan pengembangan sistem, analis, programmer dan manajer/karyawan yang akan menjadi pemakai sistem informasi tersebut. Sistem informasi yang dikembangkan harus sesuai dengan kebutuhan manajer/karyawan karena merekalah yang nantinya akan berinteraksi langsung dengan sistem informasi. Apabila rasa nyaman timbul yang merupakan hasil dari implementasi sistem informasi tersebut maka akan mendukung efisiensi dan produktivitas mereka dan pada akhirnya akan mendorong tercapainya tujuan perusahaan. Seperti halnya perusahaan-perusahaan dan organisasi-organsasi lainnya, PT. PLN (Persero) juga terus berusaha meningkatkan kualitas jasanya. Berbagai langkah dibuat oleh manajemen perusahaan diantaranya adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem informasi akuntansi di perusahaannya. Software program aplikasi yang diterapkan di PT. PLN (Persero) adalah Program Aplikasi General Ledger – MAGIC. Input atau data yang diolah di program ini berasal dari sofware pendukung lainnya yaitu DTE, Inventory Control termasuk di dalamnya PDP dan SIMKEU (Sistem Informasi Manajemen Keuangan). Komputerisasi sistem informasi akuntansi yang diterapkan di PT. PLN (Persero) dikembangkan oleh programmer yang kemudian dibeli oleh pihak manajemen PT. PLN Pusat-Jakarta. Selanjutnya, program aplikasi General Ledger – MAGIC ini diterapkan di seluruh PT. PLN (Persero) tingkat Daerah dan Cabang termasuk di PT. PLN Area Pelayanan Surakarta. Dengan kata lain PT. PLN Area Pelayanan Surakarta adalah user (operator) dari. program aplikasi General Ledger – MAGIC. Meskipun PT. PLN Area Pelayanan Surakarta hanya bertindak sebagai operator/user-nya, mereka tetap dituntut untuk memiliki pengetahuan mengenai software tersebut

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:09
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3557

    Actions (login required)

    View Item