PENGARUH VARIASI BENTUK KAMPUH TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA PROSES PENGELASAN BAJA SS400 DENGAN METODE SMAW (Shielded Metal Arc Welding)

Kurniawan, Anjas Nurcahyo (2017) PENGARUH VARIASI BENTUK KAMPUH TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA PROSES PENGELASAN BAJA SS400 DENGAN METODE SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (361Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (153Kb)

      Abstract

      ABSTRAK Anjas Nurcahyo Kurniawan. K2513003. PENGARUH VARIASI BENTUK KAMPUH TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA PROSES PENGELASAN BAJA SS400 DENGAN METODE SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bentuk kampuh pada sambungan las terhadap sifat fisis dan mekanik menggunakan metode las Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses pengelasan menyebabkan logam di sekitar mengalami siklus termal yang berakibat terjadinya perubahan-perubahan metalurgi, deformasi dan tegangan-tegangan termal. Karena perubahan struktur ini maka sifat-sifat mekanik yang dimiliki akan berubah juga. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu peneliti melakukan pengelasan butt joint dengan kampuh X (double V), V dan ½ V dengan menggunakan baja karbon rendah SS400 dengan kadar karbon 0,1% kemudian dilakukan pengujian struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik. Uji struktur mikro menggunakan Olympus Metallurgycal Microscope dengan mengambil 5 foto pada setiap specimen. Uji kekerasan menggunakan Vikers Hardness Tester dengan mengambil 9 titik yaitu 3 titik pada logam las, 3 titik pada daerah HAZ dan 3 titik didaerah induk pada masing – masing specimen. Uji kekuatan tarik menggunakan Universal Testing Machine dengan membuat 3 spesimen pada setiap bentuk kampuh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil uji struktur mikro menunjukkan peningkatan struktur acicular ferit dan perlit setelah pengelasan. Pada raw material, struktur grain boundary ferit terlihat merata. Nilai kekerasan pada hasil pengelasan menunjukkan adanya perbedaan tingkat kekerasan. Spesimen kampuh V mempunyai tingkat kekerasan tertinggi yaitu 248,6 VHN, kemudian spesimen dengan bentuk kampuh ½ V yaitu 233,7 VHN dan spesimen dengan bentuk kampuh X yaitu 228,6 VHN sedangkan pada raw material mempunyai nilai kekerasan 200,58 VHN. Nilai kekuatan tarik pada hasil pengelasan menunjukkan adanya perbedaan. Spesimen dengan bentuk kampuh V mempunyai tingkat kekuatan tarik tertinggi yaitu 430,97 MPa dan regangan 18,11% kemudian kampuh ½ V adalah 419,93 MPa dan regangannya adalah 15,52% diikuti bentuk kampuh X dengan nilai rata – rata kekuatan tarik 414,88 MPa dan regangan 14,92% dan pada raw material mempunyai nilai kekuatan tarik 401,94 MPa dan regangan 13,26%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelasan menggunakan variasi bentuk kampuh merubah struktur mikro dan berpengaruh pada nilai kekerasan serta kekuatan tarik pada Baja SS400. Kata Kunci: Shielded Metal Arc Welding (SMAW), Baja SS400, Kampuh Las, Struktur Mikro, Kekerasan, Kekuatan tarik

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
      T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
      Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 25 Oct 2017 11:18
      Last Modified: 25 Oct 2017 11:18
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35488

      Actions (login required)

      View Item