Hubungan Intensitas Kebisingan dan Masa Kerja Terhadap Nilai Ambang Dengar pada Pekerja di Bagian Weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar

Agustin, Rahmawati Setya (2017) Hubungan Intensitas Kebisingan dan Masa Kerja Terhadap Nilai Ambang Dengar pada Pekerja di Bagian Weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (586Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (195Kb)

      Abstract

      Hubungan Intensitas Kebisingan Dan Masa Kerja dengan Nilai Ambang Pada Pekerja Di Bagian Weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar ABSTRAK Rahmawati Setya Agustin. R0213047. 2017. Hubungan Intensitas Kebisingan Dan Masa Kerja dengan Nilai Ambang Pada Pekerja Di Bagian Weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar. Skripsi Program D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang : Kebisingan dapat menyebabkan masalah pada pendengaran seperti hilangnya pendengaran. Pekerja di bagian weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa adalah pekerja sektor formal yang rentan terhadap paparan kebisingan dimana sumber kebisingan berasal dari mesin yang beroperasi. Kebisingan yang tinggi dapat menyebabkan kenaikan nilai ambang dengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dan masa kerja dengan nilai ambang dengar. Metode : Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling adalah 32 responden dari total 77 pekerja. Teknik analisis data yang digunakan untuk bivariat adalah uji korelasi spearman dan multivarit adalah uji regresi logistik. Hasil : Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas kebisingan terhadap nilai ambang dengar telinga kanan (p value =0.009) dan nilai ambang dengar telinga kiri (p value =0.038). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara masa kerja terhadap nilai ambang dengar telinga kanan (p value =0.038) dan nilai ambang dengar telinga kiri (p value =0.021). Hasil analisis data uji regersi logistik variabel yang lebih berpengaruh adalah intesitas kebisingan terhadap nilai ambang dengar telinga kanan (nilai OR = 12,752) dan nilai ambang dengar telinga kiri (nilai OR = 10,583). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dan masa kerja dengan nilai ambang pada pekerja di bagian weaving 2 PT. Kusumahadi Santosa Karanganyar. Variabel yang lebih berpengaruh terhadap nilai ambang dengar adalah intensitas kebisingan. Kata Kunci : Intensitas Kebisingan, Masa Kerja, Nilai Ambang Dengar, Pekerja

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
      R Medicine > RZ Other systems of medicine
      Divisions: Fakultas Kedokteran
      Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 23 Oct 2017 18:35
      Last Modified: 23 Oct 2017 18:35
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35477

      Actions (login required)

      View Item