PEMBUATAN ALAT PENGOLAH LIMBAH CAIR BATIK CAP DENGAN PROSES KOMBINASI ADSORPSI DAN ELEKTROLISIS

PANUNTUN, HESTU BAGUS (2017) PEMBUATAN ALAT PENGOLAH LIMBAH CAIR BATIK CAP DENGAN PROSES KOMBINASI ADSORPSI DAN ELEKTROLISIS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (9Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (19Kb)

      Abstract

      ANWAR TRI WIDODO, HESTU BAGUS PANUNTUN. 2017. Laporan Tugas Akhir “Pembuatan Alat Pengolah Limbah Cair Batik Cap dengan Proses Kombinasi Adsorpsi dan Elektrolisis” Program Studi Diploma III Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Semakin berkembangnya industri di Indonesia, tidak terkecuali di Surakarta khususnya industri batikdi Laweyan. Dengan banyaknya industri batik maka, akan timbul persoalan lingkungan terkait dengan adanya pencemaran akibat limbah cair yang masih belum diolah atau belum optimal diolah oleh pihak terkait.Limbah yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah limbah cair batik dari salah satu industri batik cap di Laweyan, Surakarta yang mana limbah batik tersebut memiliki karakteristik kadar COD sebesar 602,02 mg/L, kadar BOD sebesar 354,32 mg/L, tingkat kekeruhan sebesar 50 NTU, dan kadar logam Cr sebesar 0,950mg/L. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 tentang baku mutu air,limbah cair batik dengan karakteristik tersebut tidak layak dibuang langsung ke perairan. Oleh karena itu, harus terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan pengolahan limbah cair batik yang sesuai adalah dengan proses kombinasi adsorpsi dan elektrolisis. Proses adsorpsi mengunakan bahan isian/ adsorben yang terdiri dari zeolit, pasir kuarsa, arang aktif, ijuk, dan kerikildengan ketebalan masing-masing 5 cm. Sedangkan, proses elektrolisis mengunakan logam Pt (Platina) sebagai elektroda dan larutan garam dapur (NaCl) sebagai elektrolit dengan waktu proses elektrolisis selama 30 menit. Hasil uji alat diperoleh hasil bahwa dengan proses kombinasi adsorpsi dan elektrolisis mampu menurunkan parameter pencemaran air limbah. Pada akhir proses adsorpsi diperoleh kadar COD sebesar 245,52 mg/L, kadar BOD sebesar 177,984mg/L, tingkat kekeruhan sebesar 328 NTU, dan kadar logam Cr sebesar 0,782 mg/L.Sedangkan, pada akhir proses elektrolisisdiperoleh kadar COD sebesar 117,80 mg/L, kadar BOD sebesar 106,296mg/L, tingkat kekeruhan sebesar 43,7 NTU, dan kadar logam Cr sebesar 0,042 mg/L.

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > T Technology (General)
      Divisions: Fakultas Teknik
      Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
      Depositing User: faizah sarah yasarah
      Date Deposited: 22 Oct 2017 22:24
      Last Modified: 22 Oct 2017 22:24
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35408

      Actions (login required)

      View Item