Pemungutan Kalium Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Pelarut Pre-treated POME Di Tangki Berpengaduk Sistem Batch

S, ARMAN MAULANA (2017) Pemungutan Kalium Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan Pelarut Pre-treated POME Di Tangki Berpengaduk Sistem Batch. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (91Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (82Kb)

      Abstract

      Palm Oil Mill Effluent (POME) merupakan bahan baku pembuatan biogas di pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg). Limbah cair PLTBg adalah digester effluent yang berpotensi sebagai media desulfurisasi biogas. Digester effluent yang mengalami peningkatan sulfur dari biogas disebut pre-treated POME. Pre-treated POME bisa dijadikan pupuk organik cair tapi kandungan kaliumnya sedikit. Di sekitar PLTBg, ada sumber kalium tinggi yang terdapat di tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan belum dimanfaatkan dengan baik. Penelitian dimulai dengan pre-treating POME dengan cara pengontakan digester effluent dan biogas. Digester effluent hasil pengontakan digunakan sebagai pengekstrak kalium abu TKKS. Variabel yang digunakan adalah suhu (29-85 oC) dan kecepatan putar pengaduk (150-275 rpm). Filtrat hasil ekstrak akan diuji fraksi massa kaliumnya. Kandungan sulfur digester effluent sebesar 0,065% dan setelah dikontakkan dengan biogas di kontaktor bahan isian ada peningkatan kandungan sulfur sebesar 14,5% menjadi 0,074%. Peningkatan terjadi karena sulfur dalam H2S berpindah ke digester effluent membentuk senyawa SO4-2. Kalium dalam abu TKKS mayoritas berbentuk kalium karbonat dan jumlah ion karbonat adalah 0,1966 kg/kg atau 19,7%. Abu TKKS larut kedalam aquades menyebabkan logam K dalam abu yang berada dalam bentuk K2CO3 akan terlepas didalam larutan. Hal tersebut membuktikan bahwa ketika abu TKKS tercampur dalam air maka kalium dalam K2CO3 akan membentuk ion K+ dan CO3-2 Ion karbonat bersifat reaktif sehingga akan mengikat ion H+ yang ada di dalam air dan membentuk HCO-3. Ion K+ akan bereaksi dengan SO4-2 membentuk K2SO4. Sedangkan ion kalium bersifat reaktif sehingga di dalam air berikatan dengan ion OH- membentuk KOH. Selain itu, kandungan K2O abu TKKS sebesar 6,67% akan larut dalam air. K2O akan bereaksi dengan dengan H2O dan menyumbangkan ion OH-. Ion-ion K+ akan bereaksi dengan SO4-2 membentuk K2SO4. Pemungutan kalium terbesar terjadi pada temperatur 74,78 oC dan kecepatan putar sebesar 250 rpm dengan peningkatan peningkatan fraksi massa kalium sebesar 2,19%.

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > TP Chemical technology
      Divisions: Fakultas Teknik
      Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
      Depositing User: faizah sarah yasarah
      Date Deposited: 22 Oct 2017 19:16
      Last Modified: 22 Oct 2017 19:16
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35373

      Actions (login required)

      View Item