Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Pewarna Kain

FARISHA, SILMA KEMALA (2017) Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Untuk Pewarna Kain. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (686Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (1195Kb)

      Abstract

      Novi Oktaviani, Silma Kemala Farisha, 2017, LAPORAN TUGAS AKHIR “PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK PEWARNA KAIN.” Indonesia memiliki lahan perkebunan sawit seluas 11,8 juta ha. Setiap pengolahan kelapa sawit menghasilkan 23 % limbah berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dari Tandan Buah Segar (TBS) yang penggunaannya belum maksimal. Tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber zat warna alami untuk pewarna kain karena menghasilkan pigmen berwarna coklat yang disebut tanin. pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit bertujuan untuk menggali sumber daya alam limbah perkebunan yang belum termanfaatkan dan mencoba bahan baku baru untuk pewarna alami sekaligus pengurangan penggunaan pewarna sintetis yang berbahaya bagi kesehatan. Tanin dari TKKS diambil menggunakan ekstraksi secara batch dalam skala laboratorium dan skala pilot plant dengan menggunakan alat ekstraktor. Percobaan skala laboratorium menggunakan variasi kecepatan pengadukan, 100 rpm, 150 rpm, dan 200 rpm, variasi suhu 300C, 600C, 800C, 1000C, dan variasi rasio berat bahan dengan pelarut 1:5, 1:10, 1:15. Setelah mendapatkan kondisi operasi optimum, kemudian melakukan ekstraksi dengan alat ekstraktor atau skala pilot plant. Zat warna tersebut diaplikasikan pada kain dengan jumlah pencelupan 5 kali, 10 kali, 15 kali dan 20 kali. Setelah itu dilakukan penguncian warna pada kain dengan beberapa fiksator.. Fiksator (pengunci) yang digunakan adalah tawas (mengubah warna pada kain batik menjadi lebih cerah), kapur ( mengubah warna pada kain batik menjadi lebih tua ), dan tunjung ( mengubah warna pada batik menjadi lebih gelap). Kain primis yang telah difiksasi kemudian diuji tahan luntur warnanya terhadap cucian dengan alat launderometer dan terhadap gosokan dengan crockmeter. Kadar tanin yang diperoleh sebesar 4,15 % berdasarkan hasil pengujian Laboratorium FTP UGM. Hasil yang diperoleh dari proses ekstraksi secara batch dalam skala pilot plant dengan berat (TKKS) 1 kg, volume pelarut 10 L menghasilkan ekstrak zat warna sebanyak 6 L. Hasil pengujian dianalisa dengan staining scale (skala penodaan) dan gray scale (skala abu-abu). Diperoleh hasil terbaik untuk ketahanan warna terhadap cucian yang dianalisa dengan stainning scale dan grey scale yaitu pada pencelupan ke 10 kali untuk fiksator (pengunci) kapur, rata-rata SS yang diperoleh 4-5 dan nilai perbedaan warnanya 2 dengan keterangan nilai baik.. Hasil pengujian ketahanan warna terhadap gosokan basah dan kering yang dianalisa dengan staining scale, diperoleh hasil terbaik pada jumlah pencelupan 5 kali dengan fiksator ( pengunci ) tawas, rata-rata SS yang diperoleh 4 – 5, dan nilai perbedaan warnanya 2, dengan keterangan nilai baik.

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > T Technology (General)
      Divisions: Fakultas Teknik
      Fakultas Teknik > Teknik Kimia
      Depositing User: faizah sarah yasarah
      Date Deposited: 22 Oct 2017 12:52
      Last Modified: 22 Oct 2017 12:52
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35344

      Actions (login required)

      View Item