Pemanfaatan Ekstrak Kecambah Sebagai Sumber Nitrogen Alternatif dalam Pembuatan Nata

H, MARGI (2017) Pemanfaatan Ekstrak Kecambah Sebagai Sumber Nitrogen Alternatif dalam Pembuatan Nata. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (104Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (84Kb)

      Abstract

      INTISARI Margi Hastuti dan Maya Andriyani, 2017. “Pemanfaatan Ekstrak Kecambah Sebagai Sumber Nitrogen Alternatif dalam Pembuatan Nata”. Program Studi DIII Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pada umumnya nata dibuat dengan menggunakan air kelapa sehingga dikenal dengan nama nata de coco. Salah satu bahan alternatif pengganti air kelapa yang dapat digunakan untuk membuat nata adalah air bekas cucian beras. Air bekas cucian beras (lerry) masih mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B1/thiamin yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembuatan nata. Dalam pembuatan nata ditambahkan sumber nitrogen sebagai nutrisi yang di perlukan Acetobacter xylinum, namun penggunaan sumber nitrogen anorganik berupa ZA atau urea dalam pembuatan nata yang selama ini banyak dilakukan di industri nata de coco tidak sesuai dengan kaidah kesehatan dan keamanan makanan. Oleh karena itu, penggunaan sumber nitrogen organik yang aman dikonsumsi merupakan keharusan. Sumber nitrogen organik yang dapat digunakan sebagai pengganti sumber nitrogen anorganik antara lain ekstrak kecambah kacang hijau dan kedelai. Proses awal pembuatan nata yaitu, menyaring air cucian beras (lerry). Air cucian beras (lerry) yang sudah bersih ditambahkan gula pasir 10%, dan ekstrak kecambah (25%, 50%, 75%, dan 100% v/v media). Media dipanaskan hingga mencapai suhu 100oC. Kemudian media didinginkan sampai suhu 30oC. Setelah dingin, media ditambahkan asam asetat glasial sampai pH = 4. Media dengan volume 1000 mL dituangkan ke dalam fermentor berbentuk aquarium dengan ukuran (20 x 20 x 25) cm3 dan ditutup dengan kain lalu di diamkan selama 1 hari. Setelah 1 hari didiamkan, media ditambah dengan 20% kultur Acetobacter xylinum dan di fermentasi selama 14 hari. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, hasil dari penggunaan jenis ekstrak kecambah dalam pembuatan nata lebih baik menggunakan ekstrak kecambah kedelai daripada kacang hijau. Konsentrasi ekstrak kecambah kedelai 100% merupakan konsentrasi optimun untuk produksi nata. Dilihat dari karakteristik fisik dan kimia menghasilkan nata dengan ketebalan 2,6 cm, rendemen 92,8%, kadar air 88,4%, dan kadar selulosa 11,6%. Dilihat dari karakteristik organoleptik, nata menggunakan sumber nitrogen ekstrak kecambah kedelai mendapatkan penilaian tertinggi dari responden dibandingkan dengan nata yang menggunakan ekstrak kecambah kacang hijau.

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
      Divisions: Fakultas Teknik
      Fakultas Teknik > Teknik Kimia
      Depositing User: faizah sarah yasarah
      Date Deposited: 22 Oct 2017 11:18
      Last Modified: 22 Oct 2017 11:18
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35333

      Actions (login required)

      View Item