PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA LIDOKAIN DENGAN FENTANYL UNTUK MENGURANGI NYERI PENYUNTIKAN ROCURONIUM

DWI KURNIA, INDAH (2010) PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA LIDOKAIN DENGAN FENTANYL UNTUK MENGURANGI NYERI PENYUNTIKAN ROCURONIUM. digilib.uns.ac.id.

[img] PDF - Published Version
Download (623Kb)

    Abstract

    Dalam Anestesiologi dikenal trias anestesi ” The Triad of Anesthesia”, yaitu Narkosis (kehilangan kesadaran), Analgesia (mengurangi rasa sakit), dan relaksasi otot (Latief et al, 2002). Obat pelumpuh otot bukan merupakan obat anestesi, tetapi obat ini membantu pelaksanaan anestesi umum, antara lain memudahkan tindakan laringoskopi dan intubasi trakhea serta memberikan relaksasi otot yang dibutuhkan dalam pembedahan dan ventilasi kendali (Muhiman dkk, 2004). Rocuronium merupakan obat pelumpuh otot non depolarisasi (POND) yang sering digunakan pada tindakan pembiusan, golongan aminosteroid, tidak menyebabkan histamin release, mula kerja cepat, lama kerja yang sedang, masa pulih yang cepat, dan akumulasi obat minimal serta efek samping terhadap kardiovaskuler minimal sehingga merupakan pelumpuh otot yang ideal (Edward G Morgan et al., 2002). Keluhan nyeri seperti terbakar pada daerah penyuntikan, ketika Rocuronium diberikan sebelum induksi (Moorthy SS, 1995). Nyeri yang timbul akibat penyuntikan rocuronium intravena tersebut dilaporkan terjadi pada 50-80% pasien (Cheong, 2000). Pada beberapa kasus dapat terlihat adanya pergerakan spontan bisa berupa fleksi mendadak atau penarikan dari siku dan pergelangan tangan atau pergerakan lokal di tangan yang berlangsung selama 10-20 detik, setelah diberikan Rocuronium pada pasien yang sudah dilakukan induksi sebelumnya. Pencegahan nyeri dari Rocuronium sangat penting, oleh karena tidak menambah tekanan penderitaan pada pasien dan lebih lanjut dapat memperbaiki kualitas induksi anestesi (Cheong, 2000). Banyak penelitian yang dapat mengurangi nyeri yang timbul akibat penyuntikan Rocuronium intravena. Beberapa cara yang telah diteliti adalah dengan pemberian opioid (Borgeat et al, 1997), dan lidokain intravena (Cheong, 2000). Metode penghilang nyeri, biasanya digunakan analgetik golongan opioid untuk nyeri hebat (Latief et al., 2001). Fentanyl, suatu opioid sintetik poten yang bahan dasarnya adalah phenylpiperidine, selain itu dapat mempermudah induksi anestesi, juga dapat menghasilkan sedasi dan analgesia sebelum prosedur prosedur yang menimbulkan rasa nyeri pada pasien. Sekalipun demikian, opioid analgesik ini juga meningkatkan resiko PONV, oleh sebab itu penggunaanya agak dibatasi (Rose et al., 1999). Penggunaan fentanyl untuk sedasi preoperatif, ansiolisis, dan analgesia, baik pada pasien dewasa maupun anak, dapat mempermudah manajemen anestesi, mengurangi efek samping, dan mempercepat waktu pulih untuk keluar dari rumah sakit (Burns et al.,2001). Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang didapat adalah apakah terdapat perbedaan efektivitas antara pemberian lidokain dengan fentanyl untuk mengurangi nyeri penyuntikan rocuronium dibandingkan dengan placebo? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara pemberian lidokain dengan fentanyl untuk mengurangi nyeri penyuntikan rocuronium. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti-bukti empiris mengenai perbedaan efektivitas antara lidokain dengan fentanyl untuk mengurangi nyeri penyuntikan rocuronium dan dapat memberikan informasi secara ilmiah. Secara aplikatif,iharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pilihan dalam pemilihan sediaan obat untuk mengurangi nyeri penyuntikan obat pelumpuh otot dan sbagai bahan pertimbangan ilmiah yang dapat digunakan untuk mengembangkan penelitian lainnya dengan dosis atau dengan jenis obat yang berbeda.

    Item Type: Article
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 14 Jul 2013 02:14
    Last Modified: 14 Jul 2013 02:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3532

    Actions (login required)

    View Item