Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris dan Organizational Culture terhadap Financial Risk Disclosure di Indonesia

Wibowo, Andre Eko (2017) Pengaruh Karakteristik Dewan Komisaris dan Organizational Culture terhadap Financial Risk Disclosure di Indonesia. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (919Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dewan komisaris dan organizational culture terhadap financial risk disclosure di Indonesia pada periode 2013-2015. Karakteristik dewan komisaris dalam penelitian ini direpresentasikan dengan latar belakang pendidikan dewan komisaris, jumlah rapat yang diselenggarakan dewan komisaris, dan proporsi komisaris independen sedangkan organizational culture diadopsi dari model Cameron dan Quinn (1999) yang direpresentasikan dengan clan culture (budaya klan), adhocracy culture (budaya adhokrasi), market culture (budaya pasar), dan hierarchy culture (budaya hirarki). Ukuran perusahaan dan leverage berperan sebagai variabel kontrol. Penilaian financial risk disclosure dalam penelitian ini mengacu pada IFRS Nomor 7 tentang Financial Insrument: Disclosure serta penelitian Oorschot (2009). Peraturan tentang pengungkapan risiko keuangan di Indonesia diatur dalam PSAK Nomor 60 revisi 2014 tentang Instrumen Keuangan: Pengungkapan yang mengadopsi IFRS Nomor 7. Selain PSAK Nomor 60, pengungkapan risiko juga diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/14/PBI/2012 tentang Transaparansi dan Publikasi Laporan Bank serta Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-431/BL.2012 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Kompas 100 periode 2013-2015. Hasil penelitian menunjukkan jumlah rapat dewan komisaris dan market culture memengaruhi tingkat financial risk disclosure. Rapat yang diselenggarakan dewan komisaris merupakan bentuk pengawasan terhadap dewan direksi sehingga perusahaan mengungkapkan risiko keuangan. Market culture berfokus pada lingkungan eksternal sehingga perusahaan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pihak eksternal. Variabel independen lain seperti proporsi komisaris independen, latar belakang dewan komisaris, clan culture, adhocracy culture, dan hierarchy culture tidak berpengaruh terhadap financial risk disclosure. Variabel kontrol ukuran perusahaan memiliki pengaruh sedangkan leverage sebaliknya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HG Finance
    Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 17 Oct 2017 20:05
    Last Modified: 17 Oct 2017 20:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35255

    Actions (login required)

    View Item