ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA MATERI KESEBANGUNAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TAWANGASARI TAHUN AJARAN 2016/2017

Juniarti, Ninik Tri (2017) ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA MATERI KESEBANGUNAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TAWANGASARI TAHUN AJARAN 2016/2017. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (649Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (101Kb)

      Abstract

      Ninik Tri Juniarti. K1312049. ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA MATERI KESEBANGUNAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TAWANGSARI TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Mei 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis pada siswa dengan gaya kognitif strongly field dependent, slightly field dependent, slightly field independent, dan strongly field independent dalam pemecahan masalah matematika berbentuk soal cerita materi kesebangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa strongly field dependent, 2 siswa slightly field dependent, dan 2 siswa slightly field independent kelas IX SMP Negeri 2 Tawangsari. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah metode tes dan wawancara berbasis tugas. Teknik analisis data melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengujian validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi waktu. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan sebagai berikut. Siswa strongly field dependent memiliki kemampuan berpikir kritis interpretation kurang sempurna dalam membaca dan mengeksplorasi, belum memiliki kemampuan berpikir kritis analysis dalam memilih strategi, belum memiliki kemampuan berpikir kritis inference dalam menyelesaikan masalah, serta belum memiliki kemampuan berpikir kritis evaluation, analysis, dan inference dalam meninjau kembali dan mendiskusikan. Pada tahap membaca, siswa menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan pada soal tetapi tidak menyatakannya dengan bahasa sendiri. Pada tahap mengeksplorasi, siswa belum menyajikan masalah dalam bentuk gambar dengan benar. Pada tahap memilih strategi, siswa keliru menyebutkan rumus kesebangunan pada soal yang menyiratkan penggunaan konsep kesebangunan untuk menyelesaikannya, belum menyebutkan rumus kesebangunan pada soal yang secara tidak langsung menyiratkan penggunaan konsep kesebangunan untuk menyelesaikannya, dan belum menemukan langkah pemecahan masalah yang tepat karena tidak dapat menganalisis masalah dengan baik. Pada tahap menyelesaikan masalah, siswa menjalankan langkah pemecahan masalah sesuai yang ditemukan dan tidak dapat menyelesaikan dengan tepat tetapi mampu menyelesaikan soal rutin bentuk sederhana yang tidak diubah konteksnya, tidak memperoleh solusi akhir yang diminta soal, dan tidak mampu menarik simpulan secara logis sesuai yang ditanyakan soal. Pada tahap meninjau kembali dan mendiskusikan, siswa tidak memeriksa kebenaran hasil pekerjaannya karena tidak mampu menyelesaikan soal dengan tepat sehingga tidak dapat mengerjakannya dengan cara lain. Siswa slightly field dependent memiliki kemampuan berpikir kritis interpretation kurang sempurna dalam membaca dan mengeksplorasi, belum memiliki kemampuan berpikir kritis analysis dalam memilih strategi, belum memiliki kemampuan berpikir kritis inference dalam menyelesaikan masalah, serta belum memiliki kemampuan berpikir kritis evaluation, analysis, dan inference dalam meninjau kembali dan mendiskusikan. Pada tahap membaca, siswa menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan pada soal tetapi penjelasannya tidak menggunakan bahasa sendiri. Pada tahap mengeksplorasi, siswa belum menggambarkan kondisi permasalahan dengan benar. Pada tahap memilih strategi, siswa keliru menyebutkan rumus kesebangunan pada soal yang secara langsung maupun tidak langsung menyiratkan penggunaan konsep kesebangunan untuk menyelesaikannya dan belum menemukan langkah pemecahan masalah yang tepat karena kurang baik dalam menganalisis masalah. Pada tahap menyelesaikan masalah, siswa menjalankan langkah pemecahan masalah sesuai yang dituliskan tetapi tidak dapat menyelesaikan secara tuntas, tidak menemukan solusi akhir yang diminta soal, dan tidak mampu menarik simpulan logis sesuai yang ditanyakan soal. Pada tahap meninjau kembali dan mendiskusikan, siswa tidak memeriksa kebenaran jawabannya karena tidak mampu menyelesaikan soal secara tuntas sehingga tidak dapat mengerjakannya dengan cara lain. Siswa slightly field independent memiliki kemampuan berpikir kritis interpretation dalam membaca dan mengeksplorasi, memiliki kemampuan berpikir kritis analysis dalam memilih strategi, memiliki kemampuan berpikir kritis inference dalam menyelesaikan masalah, tetapi belum memiliki kemampuan berpikir kritis evaluation, analysis, dan inference dalam meninjau kembali dan mendiskusikan. Pada tahap membaca, siswa menentukan informasi yang diketahui dan ditanyakan pada soal dan mampu menjelaskannya dengan bahasa sendiri. Pada tahap mengeksplorasi, siswa mampu menggambarkan kondisi masalah dengan benar. Pada tahap memilih strategi, siswa menyebutkan rumus kesebangunan dengan tepat untuk menyelesaikan soal yang diberikan dan mampu menemukan langkah pemecahan masalah yang tepat. Pada tahap menyelesaikan masalah, siswa menjalankan langkah pemecahan masalah yang ditemukan dan mampu menyelesaikannya dengan tepat, menemukan solusi akhir dengan benar, dan mampu menarik simpulan logis sesuai yang ditanyakan soal. Pada tahap meninjau kembali dan mendiskusikan, siswa meyakini kebenaran jawabannya tanpa melakukan pemeriksaan ulang dan tidak dapat mengerjakan dengan cara lain. Dalam penelitian ini, kemampuan berpikir kritis siswa strongly field independent tidak dapat diketahui karena tidak terdapat siswa dengan gaya kognitif strongly field independent di kelas IX G SMP Negeri 2 Tawangsari. . Kata Kunci : berpikir kritis, pemecahan masalah, kesebangunan, gaya kognitif

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
      Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 17 Oct 2017 16:45
      Last Modified: 17 Oct 2017 16:45
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35246

      Actions (login required)

      View Item