Pengusaha Konveksi Sablon di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Tahun 2001-2016

Bagang, Ruhul Nastia (2017) Pengusaha Konveksi Sablon di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Tahun 2001-2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (599Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (87Kb)

      Abstract

      ABSTRAK Ruhul Nastia Bagang. C0513049. 2017. Pengusaha Konveksi Sablon di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Tahun 2001-2016. Skripsi: Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang berdirinya industri konveksi sablon di Desa Pandes, (2) Mengetahui perkembangan industri konveksi sablon di Desa Pandes tahun 2001-2016, (3) Mengetahui pengaruh keberadaan industri konveksi sablon di Desa Pandes terhadap masyarakat tahun 2001-2016. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah menggunakan metode sejarah meliputi empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Teknik analisis data yang digunakan bersifat dekskriptif, menghasilkan penelitian yang bersifat deskriptif analistis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa industri konveksi sablon di desa Pandes muncul akibat adanya ide dari empat orang untuk mendirikan industri konveksi sablon bernama Wanted. Industri konveksi sablon ini mampu berkembang dan menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat Desa Pandes. Perkembangan industri ini terjadi pada tahun 2004 setelah salah satu dari pendiri industri Wanted dan beberapa orang di desa tersebut yang sebagian juga pekerja dari Wanted memutuskan untuk membangun industri sablon sendiri. Namun perkembangan industri ini sempat terhambat akibat adanya bencana gempa bumi yang terjadi bencana gempa bumi pada 27 Mei 2006 yang berkekuatan 5,9 Skala Ricter di Yogyakarta dan sekitarnya termasuk juga Klaten. Gempa ini mengakibatkan tempat dan alat-alat untuk produksi sablon hancur. Kebangkitan industri ini ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi yang bernama Paguyuban Kampung Sablon (PKS) pada tanggal 7 Oktober 2006 setelah adanya pertemuan lima orang pemilik rumah industri konveksi sablon di Desa tersebut. Organisasi ini menjadi wadah bagi industri-indusri konveksi sablon di Desa Pandes. Dampak dari adanya industri konveksi sablon di Desa Pandes adalah adanya perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan itu terjadi pada kehidupan ekonomi pekerja ataupun pengusaha industri konveksi sablon, kehidupan sosial masyarakat, dan pembangunan masyarakat di Desa Pandes. Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis ini adalah munculnya industri konveksi sablon di Desa pandes sebagai mata pencaharian baru alternatif selain pertanian di desa tersebut, terjadinya dinamika dalam perkembangan industri konveksi sablon yang menimbulkan dampak-dampak yang merubah tantanan kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan bagi masyarakat di Desa Pandes. Kata Kunci: Industri, Paguyuban Kampung Sablon, Sablon, Desa Pandes

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > TX Home economics
      Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
      Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 17 Oct 2017 15:51
      Last Modified: 17 Oct 2017 15:51
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35237

      Actions (login required)

      View Item