Pengaruh Kadar Fly Ash terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete

Hadi, Andreas Nur (2017) Pengaruh Kadar Fly Ash terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1549Kb)
    [img] PDF - Published Version
    Download (218Kb)

      Abstract

      Fly ash adalah material yang berasal dari sisa pembakaran batu bara yang tidak terpakai. Pembakaran batu bara kebanyakan digunakan pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Bahan Material fly ash bersifat sebagai pozzolan. Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika atau silica alumina dan alumina yang tidak mempunyai sifat mengikat seperti semen akan tetapi dalam bentuk yang halus dan dengan adanya air maka senyawa - senyawa tersebut akan bereaksi dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) pada suhu normal membentuk senyawa kalsium silika hidrat (C3S2H3 atau tubermorite). Reaksi tersebut membuat beton lebih kuat dan padat. Beton dengan penggunaan fly ash dalam prosentase tinggi disebut high volume fly ash concrete (HVFAC) adalah beton dimana setidaknya minimal 50% pengunaan jumlah semen sebagai bahan pengikat digantikan fly ash. Dalam aplikasi beton HVFA kedalam beton bertulang diperlukan paduan teknologi Self-Compacting Concrete. Penelitian ini menggunakan beton High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengaruh kadar fly ash terhadap hubungan tegangan dan regangan pada beton HVFA-SCC yang meliputi hubungan tegangan dan regangan, modulus elastisitas beton, fakto daktilitas, nilai index toughness, nilai poisson ratio, keakurasian kurva tegangan regangan pemodelan prediksi dengan hasil eksperimen. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bahan dan Struktur Jurusan Teknik Sipi UNS dan Laboratorium Material Jurusan Teknik Mesin UNS. Pada penelitian in membandingkan 5 variasi kadar fly ash pada beton HCFA-SCC yaitu 50%, 55% 60%, 65%, 70% dan beton normal. Benda uji HVFA-SCC terdiri dari 3 sampel beton silinder ukuran 75 mm x 150 mm untuk masing-masing kadar fly ash dan 3 sampe beton silinder ukuran 75 mm x 150 mm untuk beton normal. Penelitian dilakukan untuk mendapat data karakteristik kurva hubungan tegangan-regangan beton HVFA SCC masing-masing kadar dibandingkan dengan beton normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan bertambahnya kadar fly ash, kuat tekan beton semakin menurun pada umur 28 hari. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan nilai index toughness, yang berarti beton HVFA-SCC lebih efekti dalam menyebarkan energi akibat pembebanan yang diterima oleh beton. Dari faktor daktilitas, beton HVFA-SCC juga lebih daktail disbanding beton normal Penambahan kadar fly ash juga berpengaruh pada angka poisson ratio yang semakin kecil seiring bertambahnya kadar fly ash. Pemodelan kurva tegangan-regangan beton HVFA-SCC secara teoritis dibandingkan dengan hasil uji eksperimen menggunakan persamaan Domingo (1985), Samani (2012) lebih akurat daripada CEB Model. Kata kunci : tegangan dan regangan, fly ash, HVFA-SCC

      Item Type: Thesis (Other)
      Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
      Divisions: Fakultas Teknik
      Fakultas Teknik > Teknik Sipil
      Depositing User: rifqi imaduddin
      Date Deposited: 16 Oct 2017 13:55
      Last Modified: 16 Oct 2017 13:55
      URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35108

      Actions (login required)

      View Item