Fosfor (P) Tersedia Tanah dan Hasil BAwang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Vertisols dengan Pupuk Alam

Sandhi, Aluysius Jaya Nirbhaya (2017) Fosfor (P) Tersedia Tanah dan Hasil BAwang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Vertisols dengan Pupuk Alam. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (275Kb)

    Abstract

    Bawang merah merupakan komoditas sayuran berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Bawang merah termasuk salah satu dari komoditas hortikultura berjenis umbi lapis yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki banyak manfaat. Berdasarkan hasil pencatatan Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura (2009), tercatat produktivitas bawang merah di Indonesia mulai dari tahun 2009-2014 berturut-turut sebesar 853,615 ton, 965,164 ton, 1,048,934 ton, 893,124 ton, 964,221 ton, 1,010,773 ton dan 1,233,984 ton dengan rata-rata 9,54 ton/ha. Meskipun demikian, adanya permintaan dan kebutuhan bawang merah yang terus meningkat setiap tahunnya belum dapat diikuti oleh peningkatan produksinya. Bawang merah dapat hidup optimal pada tanah yang gembur, subur dan memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Kandungan klei pada Vertisols yang cukup tinggi akan menghambat pertumbuhan bawang merah terlebih lagi kandungan bahan organik Vertisols tergolong rendah kurang dari 1%. Oleh sebab itu diperlukan pengolahan tanah yang baik dan penambahan pupuk organik untuk menunjang pertumbuhan bawang merah di Vertisols. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui P tersedia tanahdan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan Bulan April sampai Juni 2016 di Dukuh Gunung Mijil, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Fakultas Pertanian UNS, disusun Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis pupuk alam terdiri dari (F1): 50% kotoran puyuh, 20% fosfat alam, 18% abu batok dan sabut kelapa, 6% dolomit, 1% belerang elementer, 5% feldspar, (F2): 60% kotoran puyuh, 20% fosfat alam, 14% abu sabut dan tempurung kelapa, 5,5% dolomit, 0,5% belerang elementer, (F3): 20% kotoran puyuh, 30% azolla, 16% fosfat alam, 23% abu batok dan sabut kelapa, 10% dolomit, 1% belerang elementer dan dosis pupuk alam (0; 2,5; 5; 7,5; 10 ton/ha). Variabel pengamatan meliputi P tersedia tanah, tinggi tanaman, berat segar brangkasan, jumlah umbi, berat umbi dan diameter umbi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA uji F 95%. Apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Tess (DMRT) untuk mengetahui perbedaan rerata data. Keeratan hubungan antar variabel diketahui dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk alam 10 ton/ha mampu meningkatkan P tersedia 33,33%, tinggi tanaman 68,47%, jumlah umbi 30,61%, berat segar brangkasan 250,13%, dan berat umbi bawang merah 151,33%, diameter umbi kelas A 242,59% dibanding kontrol dan menurunkan jumlah umbi bawang merah kelas C 133,66% dibanding kontrol.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 14 Oct 2017 09:31
    Last Modified: 14 Oct 2017 09:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/35097

    Actions (login required)

    View Item