Gaya Bahasa Sindiran sebagai Kritik Sosial dalam Wacana Meme Berbahasa Jawa di Akun Instagram Dagelan_Jowo (Kajian Stilistika Pragmatik)

Untari, Dewi (2017) Gaya Bahasa Sindiran sebagai Kritik Sosial dalam Wacana Meme Berbahasa Jawa di Akun Instagram Dagelan_Jowo (Kajian Stilistika Pragmatik). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (906Kb)

    Abstract

    DEWI UNTARI, NIM: S111508024. GAYA BAHASA SINDIRAN SEBAGAI KRITIK SOSIAL DALAM WACANA MEME BERBAHASA JAWA DI AKUN INSTAGRAM DAGELAN_JOWO (KAJIAN STILISTIKA PRAGMATIK). Pembimbing I: Prof. Dr. Soediro Satoto. Pembimbing II: Prof. Dr. Sumarlam, M.S. Tesis: Program Studi Linguistik, Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini membahas tentang gaya bahasa sindiran dalam wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mendeskripsikan kekhasan wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo dalam menggunakan gaya bahasa sindiran sebagai kritik sosial, (2) untuk mendeskripsikan kekhasan wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo dalam menggunakan diksi dalam gaya bahasa sindiran sebagai kritik sosial, (3) untuk mendeskripsikan kekhasan wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo dalam menggunakan bentuk tindak tutur dalam gaya bahasa sindiran sebagai kritik sosial, dan 4) untuk mendeskripsikan kekhasan maksud implikatur dalam gaya bahasa sindiran sebagai kritik sosial dalam wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika pragmatik. Sumber data dalam penelitian ini adalah wacana meme yang terdapat pada akun instagram dagelan_jowo. Data penelitian ini adalah tuturan yang di dalamnya terdapat gaya bahasa sindiran dalam wacana meme berbahasa Jawa di akun instagram dagelan_jowo. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan metode kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sindiran halus sebagai gaya bahasa sindiran yang paling banyak muncul. Selain itu, terdapat pula gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, sarkasme, satire, dan inuendo. Diksi yang menjadi kekhasan dalam data adalah diksi berupa kata populer. Lebih lanjut, terdapat diksi berupa kata konotatif, kata abstrak, kata konkret, kata khusus, kata slang, kata asing, kata serapan, dialek Banyuwangi, dan kata bahasa Indonesia. Tindak tutur yang menjadi kekhasan data adalah tindak tutur asertif. Selain itu, tindak tutur direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi juga diaplikasikan. Implikatur yang muncul dalam setiap meme adalah lebih dari dua implikatur yang muncul berdasarkan pada latar belakang sosial. Kata Kunci: meme, gaya bahasa sindiran, diksi, tindak tutur, implikatur

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 12 Oct 2017 20:14
    Last Modified: 12 Oct 2017 20:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34943

    Actions (login required)

    View Item