PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (BMT) BINA INSAN MANDIRI GONDANGREJO

UMAM NURWAFI CHAMDAN, NURUL (2010) PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (BMT) BINA INSAN MANDIRI GONDANGREJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (713Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui kinerja BMT Bina Insan Mandiri Gondangrejo pada tahun 2009 dengan menggunakan metode balanced scorecard. Penilaian kinerja perusahaan melalui empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan adalah strategi tunggal terpancang, bila ditinjau dari apek yang diteliti, penelitian ini merupakan study kasus (case study). Dalam penelitian ini penentuan sampel dilakukan dengan cara snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah informan, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data dengan trianggulasi sumber. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: (1) Hasil pengukuran kinerja BMT Bina Insan Mandiri pada perspektif keuangan memberikan indikator nilai sebesar 0,5. Hal ini berarti bahwa BMT Bina Insan Mandiri menunjukkan kinerja yang cukup ditinjau dari perspektif keuangan. Perinciannya kenaikan asset mendapat 1, peningkatan keuntungan mendapat skor 1, optimalisasi asset mendapat skor 0 dan penyaluran pembiayaan mendapat 1. (2) Hasil pengukuran kinerja pada perspektif pelanggan memberikan indikator nilai 0,5. Hal ini berarti bahwa perspektif pelanggan pada BMT Bina Insan Mandiri menunjukkan kinerja yang cukup. Perinciannya untuk retensi pelanggan mendapat skor 0, akuisisi pelanggan mendapat 0, kepuasan pelanggan mendapat skor 1 dan untuk profitabilitas mendapat skor 1. (3) Hasil pengukuran kinerja perspektif proses bisnis internal memberi indikator nilai 1. Hal ini berarti bahwa perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja baik. Dengan perincian bahwa semua ukuran mendapat skor 1, yaitu proses inovasi, proses operasi dan layanan purna jual. (4) Hasil pengukuran kinerja pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memberi indikator nilai 0,75. Hal ini berarti bahwa BMT Bina Insan Mandiri menunjukkan kinerja baik ditinjau dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Dengan perincian skor 1 untuk retensi karyawan, produktivitas karyawan dan absesnsi karyawan. Untuk pelatihan karyawan mendapat skor 0. (5) Berdasarkan hasil penilaian kinerja BMT Bina Insan Mandiri tahun 2009 diperoleh hasil kinerja keseluruhan baik dengan nilai 0,67.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Ekonomi
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 13 Jul 2013 23:03
    Last Modified: 13 Jul 2013 23:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3468

    Actions (login required)

    View Item