SAREKAT ISLAM TOLI­TOLI TAHUN 1916­1919

Vilosa, Oriza (2009) SAREKAT ISLAM TOLI­TOLI TAHUN 1916­1919. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (665Kb)

    Abstract

    Oriza Vilosa C0502039. 2009. Sarekat Islam Toli­toli 1916­1919. Skripsi Jurusan Sastra Sejarah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui kondisi sosial, ekonomi dan politik Toli­toli pada tahun 1916­1919, (2) Untuk mengetahui lahir dan berkembangnya Sarekat Islam Toli­toli pada tahun 1916­1919, (3) Mengetahui peran Sarekat Islam dalam dinamika kehidupan masyarakat Toli­toli tahun 1916­1919. Peneliti dalam hal ini menggunakan metode historis. Tahapan dari metode tersebut antara lain: heuristik, kritik, interpretasi, dan dilanjutkan dengan historiografi. Sumber­sumber arsip yang digunakan antara lain beberapa arsip dari bundel algeemene secretarie koleksi ANRI dan Sarekat Islam Conggres (1e­4e National Conggres). Batavia 1916­1920, geheim voor den dienst Koleksi perpustakaan Sana Budaya Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarekat Islam (SI) lokal Toli­Toli merupakan organisasi pergerakan yang lahir dan berperan bagi masyarakat Toli­Toli pada tahun 1916­1919. Tahun­tahun tersebut masyarakat Toli­Toli berada dibawah kekuasaan pemerintah kolonial. Keberadaan pemerintah kolonial dengan kebijakannya seperti heerendienst dan belasting pada tahun 1916­1919, dirasakan masyarakat Toli­Toli sebagai faktor yang menyebabkan keterpurukan sosial, ekonomi dan politik masyarakat saat itu. Akan tetapi, isu­isu tersebut telah menjembatani hubungan SI dengan masyarakat, penguasa lokal Toli­Toli serta pemerintah kolonial di ToliToli. Pergerakan SI Toli­Toli juga memiliki khas kelokalan sebagaimana disebut­sebut sebagai ciri SI pada umumnya. Pendekatan­pendekatan SI lokal Toli­Toli melalui media agama, politik, sampai keberhasilannya dalam melibatkan penguasa lokal dalam proses pergerakannya, menjadikan SI lokal Toli­Toli memliki karakter yang berbeda dari SI­SI lokal lainnya. Ditinjau dari ideologi pergerakannya, SI lokal Toli­toli lebih dipengaruhi oleh salah satu unsur haluan CSI, yakni Abdoel Moeis. Indikasi tersebut didapat dari perjalanan pergerakan SI Toli­toli. Pendirian Abdoel Moeis yang keluar pada kongres­kongres CSI praktis diberlakukan di Toli­toli, seperti pemikiran Abdoel Moeis mengenai agama, ide nasionalisme, kapitalisme dan penekanan terhadap hal­hal umum. Melihat pengaruh SI yang mulai dirasakan oleh pihak pemerintah kolonial, maka skemudian pemerintah kolonial melakukan beberapa bentuk penekanan terhadap gerakan SI Toli­toli. Akan tetapi, ambisi tokoh SI lokal Toli­toli seperti Maros dan dukungan dari tokoh CSI seperti Abdoel Moeis, tekat SI untuk melawan pemerintah kolonial dapat dipertahankan. Sebagai indikasi pengaruh SI Toli­Toli adalah terjadinya peristiwa pemberontakan masyarakat pada tahun 1919 yang mengambil korban dari personil pegawai pemerintah kolonial dan penguasa lokal Toli­Toli. Spontanitas masyarakat Toli­Toli tidak dapat dijauhkan dari pengaruh SI Toli­Toli yang lahir dari tahun 1916. BAB I

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
    D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Devi Nurlita Sari
    Date Deposited: 13 Jul 2013 23:09
    Last Modified: 13 Jul 2013 23:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3460

    Actions (login required)

    View Item