PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN BERBEBAN SQUATS, DAN STANDING CALF RAISES TERHADAP PRESTASI LOMPAT JANGKIT DITINJAU DARI RASIO PANJANG TELAPAK KAKI DAN TINGGI BADAN

, Daryanto (2017) PERBEDAAN PENGARUH METODE LATIHAN BERBEBAN SQUATS, DAN STANDING CALF RAISES TERHADAP PRESTASI LOMPAT JANGKIT DITINJAU DARI RASIO PANJANG TELAPAK KAKI DAN TINGGI BADAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (707Kb)

    Abstract

    Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Perbedaan pengaruh latihan berbeban Squats dan Standing Calf Raise terhadap prestasi lompat jangkit. (2) Perbedaan prestasi lompat jangkit antara mahasiswa yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan, besar, sedang dan kecil. (3) Pengaruh interaksi antara latihan berbeban dan rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan terhadap prestasi lompat tinggi jangkit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan factorial 2 X 3. Sempel penelitian adalah mahasiswa putra Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta sebanyak 30 mahasiswa. Variabel penelitian ini terdiri dari 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Variable bebas dalam peneltian ini adalah : (1) metode latihan sebagai variable manipulatif, yaitu latihan berbeban latihan berbeban squats, dan latihan berbeban standing calf raises, (2) rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan besar, sedang, dan kecil. Variable terikat dalam peneltian ini adalah prestasi lompat jangkit. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Variansi dua jalur dan uji lanjut menggunakan uji-t metode LSD (Least Significant Difference), pada taraf signifikansi 5% (α=0,05). Komputasi pada Analisis Varians menggunakan bantuan program statistik SPSS 20. Hasil penelitian adalah :(1) Ada perbedaan pengaruh metode latihan berbeban terhadap prestasi lompat jangkit. Uji T sig 0,018 atau < 0.05. Metode latihan berbeban Standing Calf Raises memberikan pengaruh yang paling baik terhadap prestasi lompat jangkit. (2) Tidak ada perbedaan prestasi lompat jangkit antara mahasiswa yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan kategori besar, sedang, dan kecil. 0,083 > 0.05. Kelompok mahasiswa yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan kategori “besar” memiliki prestasi yang paling baik dibanding kelompok lain (kategori sedang dan kecil).(3) Terdapat pengaruh interaksi antara metode latihan berbeban dan rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan. 0.032 > 0.05. Kelompok mahasiswa yang memiliki rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan kategori besar dengan perlakuan metode latihan berbeban standing calf raises memiliki prestasi lompat jangkit paling baik di antara lima kelompok lainnya, dengan rata-rata prestasi sebesar 1201 cm. Kata kunci :metode latihan berbeban , Squats, dan Standing Calf Raise , rasio panjang telapak kaki dan tinggi badan, prestasi lompat jangkit.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 03 Sep 2017 11:09
    Last Modified: 03 Sep 2017 11:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34409

    Actions (login required)

    View Item