PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DAN TERAPETIK CEFTRIAXONE TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PASIEN PASCA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) MAKSILOFASIAL DENGAN APPROACH INTRAORAL

Andra, Chris (2017) PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS DAN TERAPETIK CEFTRIAXONE TERHADAP KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI PASIEN PASCA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) MAKSILOFASIAL DENGAN APPROACH INTRAORAL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (894Kb)

    Abstract

    Latar Belakang : Trauma maksilofasial dialami sekitar 3 juta orang di Amerika Serikat setiap tahun, menyumbang lebih dari 400.000 kasus pada bagian kegawat daruratan. Intervensi bedah sering diperlukan dalam pengelolaan fraktur maksilofasial untuk mengembalikan fungsi. Karena tindakan bedah melibatkan jaringan lunak maka diperlukan pemberian antibiotik profilaksis dan antibiotik terapetik untuk mencegah kejadian infeksi pada luka insisi pasca operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) fraktur maksilofasial. Di era modern ini sudah menjadi tugas pihak rumah sakit dan tenaga medis untuk memonitor serta membatasi pemberian antibiotik pada pasien bedah untuk menghindari kelebihan biaya, toksisitas dan resistensi antibiotik. Tujuan : Mengetahui perbedaan penyembuhan luka operasi pada pasien yang mendapat antibiotik profilaksis dan antibiotik terapetik pasca ORIF maksilofasial dengan melihat kejadian infeksi luka operasi. Metode : Penelitian dilakukan dengan rancangan eksperimen negatif pada 14 subyek yang sudah disesuaikan dengan kriteria retriksi. Subyek dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu : Kelompok I tujuh subyek (Pasien ORIF maksilofasial dengan pemberian antibiotik terapetik) dan Kelompok II tujuh subyek (Pasien ORIF maksilofasial dengan pemberian antibiotik profilaksis). Penilaian luka insisi memakai kriteria modifikasi Nagaoka, data yang terkumpul dilakukan uji statistik dengan Non Parametrix X2 (α = 0,05). Hasil : Berdasarkan hasil penilaian dengan kriteria modifikasi Nagaoka terjadi penurunan tanda infeksi lokal pada hari ke 3 pada kelompok I dan kelompok II. Dari analisis data dengan Uji Mann Withney didapatkan nilai p = 1.000 (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan kejadian infeksi luka operasi pada pasien pasca ORIF maksilofasial dengan approach intra oral yang diberikan antibiotik terapetik dan antibiotik profilaksis. Simpulan : Kejadian infeksi luka operasi pada pasien ORIF maksilofasial dapat di cegah cukup dengan pemberian antibiotik profilaksis. Kata kunci : ORIF maksilofasial, Infeksi luka operasi, antibiotik

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 03 Sep 2017 11:06
    Last Modified: 03 Sep 2017 11:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34407

    Actions (login required)

    View Item