Estetika Motif Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu

Arista, Riyanike (2017) Estetika Motif Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (748Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Riyanike Arista. Estetika Motif Batik Pring Sedapur dan Batik Bambu. Skripsi, Surakarta: Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2017. Batik Pring Sedapur yang berasal dari Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang memiliki ciri khas ornament bambu. Selain itu, di Desa Munggut, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi juga memproduksi batik dengan motif bambu dengan kombinasi ornament lainnya yang menjadi batik cirri khas kota Ngawi. Diantara kedua batik tersebut mempunyai kesamaan yaitu bambu sebagai objek motifnya. Penelitian ini untuk menjawab masalah antara lain: (1) Latar belakang terciptanya batik Pring Sedapur dan batik bambu, (2) Bambu sebagai sumber ide kreativitas penciptaan kedua batik tersebut, (3) Proses kreatif batik Pring Sedapur dan batik bambu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan triangulasi dengan menggunakan 3 metode pengumpulan yaitu observasi, wawancara dan dokumen atau arsip dan dilakukan reduksi data atau seleksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Penulisan laporan dilakukan dengan metode kritik seni yang terdiri dari deskripsi karya, analisis formal, interpretasi karya dan melakukan penilaian. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijabarkan: (1) Latar belakang terciptanya Batik Pring Sedapur dan batik bambu Ngawi yaitu perubahan motif klasik menjadi motif batik kontemporer. Awalnya, batik dibuat seperti yang ada di Surakarta, namun sekarang menjadi lebih modern yang tidak hanya khusus sebagai jarit melainkan dapat difungsikan sebagai baju. Selain itu, proses pembuatannya juga lebih mudah dan cepat. (2) Batik Pring Sedapur memilih bambu sebagai objek kreativitasnya karena batik tersebut pertama kali diciptakan di Dukuh Papringan yang banyak ditumbuhi bambu, sedangkan batik bambu Ngawi memilih bambu sebagai objek dari motif batiknya karena Ngawi berasal dari kata “Ng” dan “Awi” yang dalam bahasa Sansekerta berarti bambu, desainer juga berpedoman pada logo Kabupaten Ngawi yang terdapat simbol sepotong bambu. (3) Inspirasi yang diperoleh Tikno sebelum melakukan desain batik Pring Sedapur adalah potensi alam yang dimiliki Desa Sidomukti yang terletak di sekitar Gunung Lawu. Sedangkan inspirasi yang diperoleh Budi Siwi dalam menciptakan batik bambu Ngawi memperoleh dorongan dari dalam dirinya untuk mengembangkan potensi anak kandungnya dan mendapatkan inspirasi lain dari potensi alam maupun wisata yang ada di Ngawi. Ciri khas batik motif Batik Pring Sedapur adalah serumpun bambu yang dikombinasikan dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang yang ada di sekitar Gunung Lawu. Sedangkan motif bambu Ngawi adalah sepotong bambu yang tidak dijadikan motif utama, melainkan motif tambahan yang dikombinasikan dengan motif utama seperti: manusia purba, benteng pendem, pohon jati, daun teh, dan sebagainya. Di Ngawi, bambu bukan menjadi motif yang diunggulkan karena motif bambu telah dipatenkan oleh Kabupaten Magetan terlebih dahulu. Kata kunci: batik, bambu, proses kreatif, Magetan, Ngawi

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Seni Rupa Murni
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 29 Aug 2017 07:01
    Last Modified: 29 Aug 2017 07:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34264

    Actions (login required)

    View Item