Gangguan Perilaku pada Pasien Epilepsi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta

BUDIATI, RACHMANIA (2017) Gangguan Perilaku pada Pasien Epilepsi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (95Kb)

    Abstract

    Rachmania Budiati, G.0011163, 2014. Gangguan Perilaku pada Pasien Epilepsi Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang berdampak pada perkembangan anak. Anak dengan epilepsi cukup berisiko mengalami gangguan perilaku seperti gangguan hiperaktifitas, emosionalitas, dan gangguan konduksi. Penanganan secara komprehensif seperti penilaian gangguan perilaku sangat dibutuhkan pada anak dengan epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gangguan perilaku pada pasien anak dengan epilepsi dibandingkan dengan pasien anak tanpa epilepsi. Metode Penelitian : Penelitian cross sectional dengan total subjek 36 pasien yang terdiri masing-masing 20 pasien anak dengan epilepsi dan 16 pasien anak tanpa epilepsi di Poliklinik Anak RSUD Dr. Moewardi yang memenuhi kriteria inklusi. Gangguan perilaku diskrining dengan menggunakan the Strength and Difficulty Questionnaire (SDQ) versi Indonesia. Data dianalisis dengan uji Fisher dan regresi logistik ganda. Hasil Penelitian : Kelompok anak dengan epilepsi secara signifikan lebih tinggi mengalami masalah perilaku (36,1% vs 2,8% pada kelompok kontrol, p < 0.001). Skor abnormal juga didapatkan berbeda bermakna pada emosionalitas dan hiperaktifitas (p = 0.018 dan p = 0.004). Berdasarkan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda kami simpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan gangguan perilaku pada anak dengan epilepsi adalah adanya fokus pada pemeriksaan EEG (IK 95% 1.68–238.63, p = 0.018) dan penggunaan politerapi OAE (IK 95% 1.03-67.14, p = 0.046). Kami juga mendapatkan bahwa adanya fokus pada pemeriksaan EEG juga merupakan faktor yang berhubungan dengan masalah hiperaktifitas (IK 95% 1.75-141.40, p = 0.014). Simpulan : Pasien anak dengan epilepsi mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami gangguan perilaku dibanding pasien anak tanpa epilepsi. Adanya fokus pada hasil EEG dan penggunaan politerapi OAE merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan perilaku pada pasien anak dengan epilepsi. Kata kunci : epilepsi, anak, gangguan perilaku, SDQ

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 12 Aug 2017 21:46
    Last Modified: 12 Aug 2017 21:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34135

    Actions (login required)

    View Item