pengaruh akupunktur titik Zusanli (ST 36) terhadap penurunan jumlah leukosit mencit (Mus musculus) model sepsis dengan paparan cecal inokulum

JAYANTI, ESTY (2017) pengaruh akupunktur titik Zusanli (ST 36) terhadap penurunan jumlah leukosit mencit (Mus musculus) model sepsis dengan paparan cecal inokulum. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (182Kb)

    Abstract

    Latar Belakang: Cecal inokulum dapat menyebabkan sepsis. Penggunaan kortikosteroid dosis rendah sebagai terapi sepsis masih diperdebatkan. WHO mengatakan bahwa akupunktur dapat merangsang kortikosteroid. Penelitian ini mempelajari pengaruh akupunktur titik Zusanli (ST 36) terhadap penurunan jumlah leukosit mencit (Mus musculus) model sepsis dengan paparan cecal inokulum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan post test only with control group design. Subjek penelitian sebanyak 28 mencit (Mus musculus) jantan, terbagi dalam 4 kelompok secara random sampling yaitu kelompok kontrol (KK), kelompok sepsis 1 (KS1) dipapar oleh cecal inokulum dan tidak diobati, sepsis kelompok 2 (KS2) dipapar oleh cecal inokulum dan diterapi dengan kortikosteroid dosis rendah, dan kelompok sepsis 3 (KS3) terpapar oleh cecal inokulum dan diobati dengan akupunktur selama 10 hari. Paparan cecal inokulum dilakukan dengan dosis 0,1 ml/hari, injeksi intraperitoneal, selama 7 hari. Kortikosteroid dosis rendah yang digunakan adalah Methyl prednisolon dengan dosis 0,05 mg/mencit, injeksi intraperitoneal dua kali sehari. Akupunktur dilakukan dengan menusuk jarum akupunktur tegak lurus di titik Zusanli (ST 36) selama 15 menit untuk terapi. Pada akhir percobaan darahnya diambil dan siap untuk dihitung leukositnya. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA (α < 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni (α < 0,001). Hasil Penelitian: Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang signifikan dari hitung leukosit antara empat kelompok p = 0,000. Uji Bonferroni Menunjukkan perbedaan yang signifikan antara KS1 - KK (p = 0,000), KS1 - KS2 (p = 0,000), KS1 - KS3 (p = 0,000), tetapi tidak signifikan di antara KK - KS2 (p = 1.000), KK - KS3 (p = 0,999), dan KS2 - KS3 (p = 1.000). Kesimpulan : Akupunktur titik Zusanli (ST 36) secara signifikan menurunkan jumlah leukosit mencit (Mus musculus) model sepsis yang dipapar cecal inokulum. Kata kunci : cecal inokulum, Akupunktur , titik Zusanli (ST36), Leukosit

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 10 Aug 2017 08:28
    Last Modified: 10 Aug 2017 08:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34118

    Actions (login required)

    View Item