Pemetaan Daerah Rawan Longsor Pada Lereng Di Sunagi Cimanuk Sumedang

Putri, Asri Pangesthi Nugrahanti (2017) Pemetaan Daerah Rawan Longsor Pada Lereng Di Sunagi Cimanuk Sumedang. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (277Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Asri Pangesthi Nugrahanti Putri, 2017, Pemetaan Daerah Kerentanan Longsor pada Lereng Di Sungai Cimanuk Sumedang Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta Tanah longsor atau gerakan massa tanah merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda daerah perbukitan. Pembuatan peta zona kerentanan longsor pada lereng yang berada di Jl. Cijeungjing – Situraja lama Kabupaten Sumedang menjadi penting dalam mitigasi bencana alam. Penelitian ini melakukan analisis terhadap pengaruh ukuran cell peta safety factor (SF) dan memperhitungkan lapisan tanah pada analisis SF dan pemetaannya. Perbedaan cell dan lapisan tanah ini kemudian dianalisis untuk mencari kestabilan lereng. Penelitian ini menggunakan metode Morgenstern-Price untuk perhitungan nilai SF dengan bantuan software Geoteknik dan software Geographic Information System (GIS). Data untuk analasis ini berupa data parameter tanah hasil tespit, boring log dan data kontur tanah sebelum pembangunan bendung. Kontur tanah dibuat menjadi peta kontur yang dibagi sesuai dengan lebar kotak cell. Peta ini kemudian diolah untuk mendapatkan kedalaman lapisan tanah dan sudut kemiringan lereng. Hasil analisis tersebut digunakan untuk mencari angka keamanan lereng dan dimasukkan kembali ke dalam peta kontur. Hasil akhir yang didapat dari analisis tersebut adalah peta SF berdasarkan lapisan tanah, sudut kemiringan lereng, dan ukuran cell (15 meter dan 30 meter). Peta safety factor ukuran cell 30 meter dan 15 meter didominasi oleh kondisi lereng stabil. Hal ini dinyatakan dengan angka aman sebesar 1,299 hingga 12,565 dari hasil analisis. Peta tersebut mengalami sedikit perubahan lokasi lereng labil. Ukuran cell 30 meter menunjukkan lereng labil berada pada zona B, C, dan E. Ukuran cell 15 meter menunjukkan lereng labil pada zona B, E, dan F. Ukuran cell mempengaruhi dalam ketelitian penyajian peta dan perhitungan analisis. Kondisi lereng tanah berlapis menyebabkan letak keruntuhan lereng terjadi pada lapisan tanah dengan nilai parameter dan kedalaman lapisan tanah yang lebih kecil. Kata kunci: peta, cell, safety factor, lereng ABSTRACT Asri Pangesthi Nugrahanti Putri, 2017, Landslide Susceptibility Zone Mapping Landslides on Slopes in The Cimanuk River Sumedang, Thesis, Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University Surakarta Landslides which often described as the soil mass movements, is one of the natural disasters which often surge hills area. The construction of landslides susceptibility zone on Jl. Cijeungjing – Situraja lama, Sumedang be crucial in the natural disaster mitigation. This research had done an analysis towards the effects of the cell size on map considering ground layers on safety factor (SF) analysis and mapping. Then, the difference of cell size and ground layers will be analyzed to find out the slope stability. This research applied Morgenstern-Price method for the calculation of SF with the aid of Geotechnic and GIS software. The data being used in this analysis is the land parameter data as in tespit result, boring log and the ground contour data before the dam construction. The contours of the land be made to contour map is divided in accordance with the width of the cell box. This map is then processed to get the depth of the soil layer and the slant angle slope. The results of the analysis are used to find the number of security the slope and put back into the contour map. The final result devided from the analysis is the SF mapping based on the ground layers depth, the tilt angle of the slope and the cell size (15 metres and 30 metres). The safety factor map 30 meters and 15 meters cell is dominated by the stable slope area. This is stated with secure numbers by 1,299 to 12,565 from the results of the analysis. The map has little change the location of the danger slope. 30 meters cell shows the danger slope in zone B, C, and E. 15 meter cell shows the danger slope on Zone B, E, and F. Cell width (resolution) influence in perfecting the presentation of the map and analysis calculations. The condition of the slope land-coated cause the layout collapse of the slope occurs on a layer of the land with the smaller parameter value and the depth of the soil layer. Key words: maps, cell, safety factor, slope

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 23 Jul 2017 12:42
    Last Modified: 23 Jul 2017 12:42
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/34078

    Actions (login required)

    View Item