PERBEDAAN PENGARUH ANTARA PENGATURAN SUHU RUANG OPERASI 240-260C DAN 200-220C TERHADAP SUHU BAYI KURANG BULAN BERAT LAHIR RENDAH

WIBOWO, SUKMA (2017) PERBEDAAN PENGARUH ANTARA PENGATURAN SUHU RUANG OPERASI 240-260C DAN 200-220C TERHADAP SUHU BAYI KURANG BULAN BERAT LAHIR RENDAH. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1185Kb)

    Abstract

    Latar Belakang. Bayi kurang bulan dengan berat lahir rendah rentan terhadap cold stress sehingga berisiko terjadi hipotermi. Hal ini menjadikan faktor suhu ruangan sangat penting sebagai bagian dari manajemen suhu pada kelahiran bayi kurang bulan. Tujuan. Menganalisis perbedaan pengaruh antara pengaturan suhu ruang operasi 240-260C dan 200-220C terhadap suhu bayi kurang bulan berat lahir rendah. Metode. Uji klinis dengan randomisasi dilakukan pada bulan Oktober 2016–Januari 2017 di ruang operasi IGD RS Dr. Moewardi Surakarta. Sebanyak 60 bayi diambil secara konsekutif dibagi dalam kelompok kontrol (suhu operasi 200-220C) dan kelompok perlakuan (suhu ruang operasi 240-260C) . Data dianalisis menggunakan uji chi square dan Mann-Whitney dengan program SPSS 17.0. Hasil. Median suhu bayi baru lahir pada kelompok perlakuan (36,10C) berbeda signifikan (p < 0,001) secara statistik dibandingkan pada kelompok kontrol (35,70C). Kesimpulan. Suhu ruang operasi 240-260C akan menaikan median suhu lahir bayi kurang bulan berat lahir rendah. Kata kunci: hipotermi, bayi kurang bulan, bayi berat lahir rendah, suhu ruang operasi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 07 Jun 2017 21:30
    Last Modified: 07 Jun 2017 21:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/33980

    Actions (login required)

    View Item